Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H


Memaafkan adalah menghapus semua kesalahan. Bersih, kosong.
Memaafkan berarti tidak ada bekas yang tertinggal dalam sanubari akibat kesalahan yang pernah diperbuat

Belum memaafkan jika tak bisa melupakan.
Bukan memaafkan bila masih berkata “fajazaau sayyiatin sayyiatun mitsluha”, ganjaran perbuatan buruk adalah perbuatan buruk serupa

Tangan ibarat kertas putih,
Saat berjabat tangan dan melepaskannya berarti telah terbuka lembaran baru.
Satu pencapaian yang lebih tinggi dari sekadar memaafkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan batin

maaf yaa..

*inspiring by kultum Quraish Shihab

Komunikasi Efektif


Kemarin, seorang humas dari sebuah institusi bertanya kepada saya tentang cara berkomunikasi pimpinannya yang menurutnya kurang fokus, tidak sistematis, dan susah dimengerti. Sesaat dia membahas tentang permasalahan A, sedetik kemudian pindah ke topik B, dalam menit ke 10 bercerita tentang politik, pada menit ke 15 sudah berganti ke tema agama, yang sama sekali tak ada kaitan satu sama lain. “Apa memang itu strategi beliau ya mbak?”

Saya tersenyum dan bertanya balik, “Menurut njenengan gimana?”

“Wah, gimana ya? kalo strategi kok begitu, saya ndak paham blas-e. Tapi kalo bukan, kok ya cara berkomunikasinya seperti itu,” katanya.

“Saya sih cuman bisa ngomong gini, komunikasi yang bagus itu kalo pesan dan ide yang disampaikan komunikator dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Lha kalo njenengan dan temen-temen yang lain kurang paham apa yang disampaikan beliau, gimana dunk? :)”

“Eh, iya ya mbak…”

***

Baca lebih lanjut

Anarkis, Kekerasan, dan Anak Perempuan


Tiga kelas porak poranda. Kursi terbalik, rusak. Buku-buku hancur lebur dengan lembaran yang sobek, terkoyak. Piala-piala yang sebelumnya tampak gagah berdiri di lemari pajang, bergeletakan di lantai dengan kondisi tak kalah mengenaskan, patah menjadi dua, tiga, tak mampu menampakkan kecantikan dan prestasi membanggakan di balik perolehannya.

Visual dari kelas hancur itu sebenarnya tak langsung menarik perhatian saya. Maklum, sudah terbiasa melihat perusakan aset, ruangan, gedung, atau apapun sejenisnya yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab di tanah air yang lebih parah dari itu. Narasi selanjutnya lah yang kemudian membuat saya kaget. Suara narator perempuan yang terdengar telinga itu langsung diolah otak dalam sepersekian detik kecepatan, yang kemudian mengintruksikan mata untuk langsung melihat layar TV, mengalihkan dari keasikan saya sebelumnya, membaca.

Jika bisa berbicara dan mengungkapkan perasaan, TV yang sebelumnya saya cueki dan hanya menjadi background suara itu mungkin akan berteriak girang. “Horrrrrreeeeeeee, I finally get ur attention!”.

Kalimat narator inilah yang membuat saya terbengong-bengong:  “Perusakan kelas di MI Raudhatul Hikmah Mojokerto itu dilakukan oleh BL dan S, siswi kelas 3 SDN II Desa Wotanmas Jedong Mojokerto. Dua anak perempuan yang masih berusia 9 tahun itu mengaku cemburu karena gedung MI tersebut lebih bagus dari sekolah mereka yang jelek”. Hallah dalah!! oalah nduk, nduk. . . kasian bener kalian, menjadi korban pelaku anarkis yang jumlahnya tak jua berkurang.

Baca lebih lanjut

♥ Persinggahan ♥


banyak persinggahan dilalui
sebagian terlupakan
beberapa memberi kenangan
dan pelajaran

tentang keberadaan dan ketiadaan
kehadiran dan kehilangan
harapan dan impian
bahkan ilmu dan pengetahuan

tak terlupakan….

persinggahan lain menanti
untuk segera dikunjungi
sebentar, sekejap tapi berarti
ataukah selamanya hingga datangnya hari