Resolusi ‘MANCAL’


salah satu resolusi 2010-ku adalah memperbanyak gerak tubuh alias olahraga 😀 . uh, aktivitas yang terus terang belum bisa dilakukan dengan konsisten, istiqomah.
masih teringat jelas ketika aku dan Mbak Indah dengan semangat mendaftar yoga di kawasan Blimbing, belakang Telkom Malang. saat hari H, ternyata ada telpon dari instruktur jika kelas hari itu dikosongkan hingga 15 hari kemudian karena akan berlibur ke Singapura, Hongkong, atau entahlah negara mana lagi. pupus sebelum berkembang…. 😦

atau, ketika aku dan Jeng QQ ikut yoga di Ijen Nirwana dan berencana untuk meneruskan setiap minggu. Semangat pol!, apalagi ngelihat foto2 hasil jepretan si futugraper, karena kebetulan sesi yoga kala itu bakal masuk koran, wkwkwkwk…asli jueleeek bin ancur banget pose-pose kita (baca: keren abis! 😉 ). ya iyalah!!! yoga gitu!  adabanyak gerakan menekuk badan, dll.  dan ternyata semangat plus niat itu tinggal keinginan yang belum jua terwujudkan. karena yoga yang digelar di perumahan milik bakrie grup itu hanya salah satu program promosi yang gak digelar kontinyu.

yang lumayan sempat berjalan cukup lama adalah program body language. meski setelah beberapa bulan aktif dengan mengikuti kelas tiga kali seminggu di area ruko Dinoyo, harus berhenti karena Jeng QQ absen untuk prajab di surabaya. loh, alasan kok nggak masuk akal gitu ya??. banget!. masak berhenti BL gara2 orang lain, padahal hasilnya dirasakan sendiri 🙂 .

nah, memasuki 2010, aku menjanjikan pada diriku sendiri untuk konsisten jalan pagi sesudah subuh, setiap hari, no absen (gayane rek… 😛 ). setelah beberapa kali jalan pagi, asik sih, segar, dan akhirnya bisa mulai mengenal jalan dan perumahan lain di dekat my sweet home locari.
sampai suatu hari, iseng aku membersihkan sepeda yang dah lama ngendon di kamar dan memutuskan untuk mencoba mancal kembali setelah cuti lebih dari setahun *hehehe, terakhir kali mancal sih waktu masih ngekos di bareng tenes, duluuuu banget *.

whew! pengalaman mancal di locari ternyata membuat ketagihan (semoga terus yach… ). di hari pertama   tak terasa aku mengukur jalan lebih dari dua jam. keliling dari locari, ijen, beberapa kali putar di sana, ke kawi, alun-alun, pasar besar menuju sriwijaya alias MP (hufh! di sini ini nich yang bikin ngos-ngosan BANGET. hiks, jalan dari jembatan dekat pom bensin yang aku lupa namanya menuju stasiun itu ternyata jalan menanjak. YA IYALAH!!).
eh, emang sebelumnya aku bisa ngerasa gitu? (baca: kalo jalan itu menanjak?).  Tentu ENGGAK!. lha wong biasanya naik motor 😀 .

Hasilnya bisa ditebak, jantungku berdetak tak karuan, ngalah2in kerasnya debar jantung saat bertatap mata dengan yang terkasih (hallah!! lebaayyyyyy 😀 ).  swear ewer2 boom-boom, saking ngos-ngosannya sampek berasa  mo pingsan *omaigad! gak bisa ngebayangin kalo sampai semaput beneran, bakal jadi berita di koran dweh 😀 *.
berhenti sejenak dan minum ternyata cukup ampuh untuk mengembalikan napasku ke tahap normal.

eh, bukannya langsung kembali pulang ternyata kakiku malah memancal dan membawa roda sepeda ke arah ijen lagi, hahahaha dasar!.
nah, mancal memang belom menjadi agenda setiap hari, tapi minimal tiga sampai empat kali seminggu sudah harus mendisiplinkan diri berkeliling kota malang lewat kayuhan. menikmati pemandangan dengan kacamata berbeda…pelan dan ya! plus sumbangan tetes keringat (iiiih…. :p ).

kekekeke, moga2 bisa terus konsisten dweh yaaaaaa…… pasti bisa! 🙂

eh, ini pas lagi mancal ke Rampal minggu lalu 🙂


3 responses to “Resolusi ‘MANCAL’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s