bukan puisi


menuju cahaya berbekal asa dan doa.
wahai Yang Kuasa, kepadaMu aku menghamba hingga akhir masa
…dan,
bila saat itu tiba,
aku (berharap) akan (bisa) menegakkan kepala,
menatapmu lama penuh cinta dan berkata,
“akhirnya kita bersua, bersama, selamanya…”

*****

hidup.
apa sih hidup?
saat jantung masih berdetak, bernapas…
hanya itu?

“sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi yang lainnya”
sudahkah kehadiran kita bermanfaat bagi sesama,
menjadi anugerah dan berkah
ataukah ada dan tiadanya kita sama saja…

(iseng gugling eh malah nemu salah satu komenku di revolusibelajar.wordpress.com, dicomot dweh… 😀 )

****

Ini bukan puisi
juga bukan  kalimat motivasi
apalagi sok berfilosofi

Ini, tulisanku tentang sakit hati!

Uh!
benar-benar sakit hatiku.
Sebal, marah, kecewaku
Campur aduk menjadi satu

tahukah kau?
aku mampu meninggalkannya awal tahun lalu,
melupakan,
tak berkeinginan mencari,
melirik, atau bahkan mendekat saat melihatnya,
aku kebal.
seperti kuatnya imun melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
kuat,
bagaikan benteng memagari wilayah dari serangan musuh.

malam ini…… 😦
pesonanya kembali menggoda
mengingatkan saat ku masih belum melepasnya
seakan memanggil untukku kembali padanya
menjeratku,
memenjarakan dengan limpahan nikmat yang dimilikinya

Tuhan,
godaannya sangat kuat, semakin kuat
meluluhkan pertahanan.
meski sekuat tenaga ku melawan
oh!

Jika boleh ku bertanya
sekali lagi padaMu
kenapa harus ada dia di dunia
mempesona banyak wanita
merayu hingga membuat mereka meneteskan air liur dan air mata

kenapa harus ada dia yang selalu mampu menjeratku untuk kembali
menjadikanku pecandu abadi

aku membecinya
untuk semua efek yang dibuat sesudahnya
tapi ya! aku begitu mencintainya
di detik yang sama

malam ini,
ketika tak mampu melawan goda
kakiku melangkah di luar kendali
membuka pintu lemari (pendingin)
melongok persediaan, mengambil beberapa
mencampurnya dengan bawang putih, garam, dan sedikit gula

huwaaaaaaaa….
tuh kan????
Tuhan….ia membuatku berlinang air mata
wajah memerah,
bibir memanas,
tak mampu berkata.

ia mengalahkanku, telak!
hiks, sangat kecewa
walau jujur aku dipuaskan olehnya
namun tetap ingin ku memakinya,
keras, dan lantang sambil membuang muka.
SAMBEL lu!! bener2 sambel kurang azzzzar!!! berani membuatku ketagihan!”


*hufh! gara2 sambel rencana bobo tepat waktu jadi molor…
gara2 sambel, perut mules dan hiks, yang paling menyebalkan jadi ngemil malem2 gini 😦
hufh!…..


2 responses to “bukan puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s