Pemain Bola dan Investasi Masa Depan


Maradona Hapal Alquran. Oh, ini bukan berita terbaru dari dunia sepak bola, juga bukan gosip bombastis yang sengaja dibuat untuk membuah heboh infotainment sebagai tandingan berita meninggalnya Mama Laurent, paranormal yang prediksi-prediksinya seringkali moncer.

Kalimat itu adalah salah satu judul bab di buku Negeri 5 Menara (N5M) yang diangkat dalam tayangan Kick Andy (14/5). Menghadirkan penulisnya Ahmad Fuadi, mantan wartawan, para sosok nyata yang menjadi inspirasi tokoh dalam buku yang mengambil setting pondok dan sang Maradona yang hapal Alquran, KH Hasan Abdullah Sahal, salah satu Pimpinan Pondok Gontor Ponorogo. Ya, sebutan Maradona hanya sebagai kiasan betapa mahirnya kiai tersebut dalam memainkan si bola bundar itu.

Dan sekali lagi ya!, sebegitu hebatnya bola, hingga ia bisa diterima seluruh kalangan. Dibicarakan semua orang dari berbagai usia, status sosial, dan latar belakang pendidikan. Disukai kondektur hingga direktur, qurro’ (pembaca Alquran) sampai korak, laki-laki dan perempuan, atau bahkan mungkin mereka yang ‘transgender’, satu topik yang juga sedang hangat diberitakan media. Baca lebih lanjut

Hilmi & Iqbal’s bdaY…


25 APRIL2010

hEpi bdaY…
buat Hilmi (8) & Iqbal (1)  😉
dua ponakan ganteng dan lucu ini lahir di tanggal yang sama, 25 April.

masih teringat jelas 25 April (tahun lupa) saat mas dan mbak masih disibukkan dengan disertasi masing-masing di Malang,  dan aku harus ‘ngemong’ Hilmi. Karena takut naik motor sambil bonceng Hilmi yg masih kecil, akhirnya naik angkot ke Plaza Dieng  (waktu itu belom ada Matos, apalagi MOG. So, Plaza Dieng masih yang terkeren dech, hehehe).

sebenarnya sich, tujuan utama bukan Plaza Dieng, tapi Toga Mas yang kebetulan dekat dengan plaza. Maklum, ponakan kecilku itu pengin kado buku. Nah, sebelum jalan2 ke Toga, kita mampir dulu ke Dieng, buat maksi. Wajah ganteng dan putihnya Hilmi saat itu benar-benar membuat banyak orang terpesona. Saat turun dari angkot, eeeh tiba2 ada bapak2 yang ngebayarin. “Nggak usah mbak, sama saya saja,” katanya. Hallah dalah, wong ndak kenal, tapi yo wes lah, diterima, hehehe 😀

Saat di Dieng, banyak yang motretin Hilmi. Untung waktu itu naluri ‘manager artis’ku belum muncul, so nggak minta bayaran sama mereka yang motret, hahahaha.

Di Toga Mas, aku dibuat melongo bin kaget. Sejak masuk toko, semua pegawai langsung menyapa “Hilmi…..cari apa?!. WHAT?? gilingan, aq kalah tenar ama bocah cilik itu, hiks, hiks, hiks….

Usut punya usut, Toga Mas emang jadi rumah ketiga Hilmi setelah rumah kontrakan di jalan (aku lupa namanya) dan perpus kampus UM. Jadi nggak heran saat masuk ke Toga, Hilmi langsung menuju ke rak buku yang mau dipilih… 🙂 [whew! saia kalah telak…]

Tahun ini, maapin tante ya sayang…gara2 kecapean acara Putri Kartini sampek lupa kasih ucapan. Kado, juga belom terbeli. Tapi doa terbaik untukmu dan Iqbal.


*** tambahan nich… ^^
kemaren ada teman yang nanya “Kok bisa ponakan lu lahir di tanggal yang sama?”

“Mana gw tahu, kelahiran kan kuasa Tuhan” jawab saya. Tapi, saya melanjutkan, Hilmi dan Iqbal memang lahir caesar. Hilmi lahir di Gresik,  Iqbal di Tulungagung. Saya juga nggak nanya sama mas n’ mba, apa memang sengaja ‘memprogram’ untuk itu (melahirkan di tanggal yang sama).

Untuk hadiah ultah , akhirnya buku kumpulan pidato Da’i Cilik menjadi kado utk Hilmi tersayang, karena saat liburan beberapa wkatu lalu dia ‘pamer’ kemampuannya berpidato dalam bahasa Inggris dan Jawa di depan tante cantiknya ini 😀 . sedangkan untuk Iqbal swear ewer2 boom2, saya masih bingung mo kasih apa. Secara dia masih setahun gitu. 😀