Pemain Bola dan Investasi Masa Depan


Maradona Hapal Alquran. Oh, ini bukan berita terbaru dari dunia sepak bola, juga bukan gosip bombastis yang sengaja dibuat untuk membuah heboh infotainment sebagai tandingan berita meninggalnya Mama Laurent, paranormal yang prediksi-prediksinya seringkali moncer.

Kalimat itu adalah salah satu judul bab di buku Negeri 5 Menara (N5M) yang diangkat dalam tayangan Kick Andy (14/5). Menghadirkan penulisnya Ahmad Fuadi, mantan wartawan, para sosok nyata yang menjadi inspirasi tokoh dalam buku yang mengambil setting pondok dan sang Maradona yang hapal Alquran, KH Hasan Abdullah Sahal, salah satu Pimpinan Pondok Gontor Ponorogo. Ya, sebutan Maradona hanya sebagai kiasan betapa mahirnya kiai tersebut dalam memainkan si bola bundar itu.

Dan sekali lagi ya!, sebegitu hebatnya bola, hingga ia bisa diterima seluruh kalangan. Dibicarakan semua orang dari berbagai usia, status sosial, dan latar belakang pendidikan. Disukai kondektur hingga direktur, qurro’ (pembaca Alquran) sampai korak, laki-laki dan perempuan, atau bahkan mungkin mereka yang ‘transgender’, satu topik yang juga sedang hangat diberitakan media.

Saya terus terang masih penggemar bola wanna be, mau akan, atau dengan kata lain sedang belajar untuk menyukai bola. Lha wong menonton pertandingan secara langsung di stadion saja baru satu kali di Stadion Gajayana (Persema Vs Arema), beberapa waktu lalu. Itu pun sudah membuat saya bangga setengah mati, senang bukan main, selain karena beberapa kali wajah disorot televisi (dari jauh maksudnya, hehehe), saya punya bahan untuk diperbincangkan dan foto-foto narsis untuk dipajang di facebook dan di blog ini, tentunya (dasar narsis! 😀 )

Selain itu, saya bisa membanggakan diri pernah nonton bola di stadion, meski saat itu masih dibuat bingung dengan gerakan pemain dan selalu ketinggalan ketika terjadi gol. Maklum, tidak ada review gol di stadion layaknya tayangan TV. Dan itu benar-benar membuat pusing.

Namun dari pengalaman menonton pertandingan tersebut ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh. Betapa sebuah kesuksesan membutuhkan kerjasama tim dan komunikasi yang bisa dipahami setiap anggota (tim). Tidak ada one man show dan kesempatan bagi orang yang hendak sok-sokan unjuk diri bahwa ia bisa mengerjakan semua hal sendirian. Bayangkan apa jadinya jika bola digiring satu orang, tanpa dioper ke pemain lain karena ia ingin namanya yang tercatat sebagai pencetak gol. Tentu menjadikan permainan sama sekali tak indah.

Untuk menjadi pemain yang punya skill bagus dan bisa berkomunikasi serta memahami komunikasi dari pemain lain meski berbeda daerah atau bahkan negara, juga bukan hal mudah. Tak ada yang instan dalam sepak bola. Perlu persiapan dan latihan kontinyu dan tepat sejak kecil, dari pelatih yang baik, mengikuti kompetisi yang baik (baca : sehat dan fair), dan berada di kelas (kompetisi) yang lebih baik. “Ah, sok tau lu!,” hati kecil saya mengomentari.

Sebagai penggemar bola baru, saya tidak sedang sok tahu dari pada bikin malu. (kalimat) Itu mengutip pernyataan Ian Rush, legenda sepak bola asal Inggris yang datang ke Indonesia beberapa hari lalu. Dan satu kata mewakili pernyataan Rush tersebut, bahwa untuk bisa sukses, kita harus berani melakukan investasi sejak dini.
Apa yang kita peroleh hari ini adalah hasil investasi bertahun lalu. Baik ataukah buruk. Pertanyaannya sekarang, beranikah kita berinvestasi dan investasi apa yang hendak kita tanam demi mimpi sukses bertahun-tahun ke depan?. Seberani Barcelona yang menangkap potensi hebat Leonel Messi, yang kemudian mengajaknya bergabung dan membiayai terapi hormonnya yang mencapai 500 ribu poundsterling per bulan hingga menjadikannya pemain hebat dunia seperti saat ini.

Atau, seperti Messi sendiri yang tetap optimis dan berjuang melatih skill dengan tubuh mungilnya untuk ukuran pemain bola luar (sekarang 169 cm) . Kekurangan (tubuh pendek) diubah menjadi kelebihan. Ia lincah berlari di lapangan dan sering membuka ruang dan memberikan kesempatan rekan-rekannya untuk membuat gol.

Ah, lagi-lagi saya kok merasa sok tahu dan paham tentang sepak bola…. ^^

Messi yang mempunyai tubuh yang agak kecil ini sangat lincah di atas lapangan dan kerap membuka ruang kepada rekan-rekannya yang memburu gol.

One response to “Pemain Bola dan Investasi Masa Depan

  1. untuk menonton pertandingan bola, saya tidak hendak memaksakan begadang tengah malam… paling, kalau piala dunia, saya hanya akan menonton pada finalnya saja, sekedar memperoleh euforianya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s