Janji Kencan Malam Jumat ^^


Tuhan Allahku, ampuni hamba  meluangkan waktu untuk ngeblog dulu sebelum menghadapMu…
Sekali lagi maaf. Bukan menyepelekan atau melupakan kalo malam ini adalah malam istimewa saat Engkau menurunkan Alquran kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Hamba ingat, lha wong hampir semua status di fesbuk menuliskan betapa malam 17 Ramadhan kali ini istimewa karena bertepatan dengan malam Jumat kok. Kebangeten kalo sampai lupa, kecuali sengaja melupakannya, pura-pura lupa, atau memang tak acuh. Ah, tapi Engkau tau kan, aku bukan orang yang acuh kecuali saat acuh memang benar-benar dibutuhkan. Ow! maaf lagi, Engkau tak pernah mengajarkan dan meminta hamba-hambaMu untuk bersikap acuh. Aku salah untuk yang terakhir tadi.

Baca lebih lanjut

Doa (Harus) Baik


Aku tertegun, mencoba mengingat lirik doa yang selalu aku panjatkan kepadaNya. Sudah baik, bagus dan sesuaikah, atau terselip kata dan kalimat keluhan, hujatan, sumpah serapah kepada orang lain.

Oh, jika iya (dan pernah berdoa seperti itu), alangkah naifnya aku. Memohon kepada Yang Maha Pengasih untuk mendhalimi hambaNya terkasih. Tentu Dia tak pernah mau dan tak akan mungkin mengabulkan doa-doa ‘jahat’ itu. Meski beribu kali terucap.

***

Materi pengajian di Masjid Agung Jami Kota Malang pagi ini (Minggu, 14/8) membahas tentang 9 hal yang disunnahkan untuk dilakukan para tamu Allah di Makkah. Oh, sembilan? jika tak salah, tentu benar. Karena saya datang terlambat dan baru bergabung dengan majelis 35 menit sebelum pengajian dua jam yang dibawakan KH Baidowi Muslich tersebut berakhir. Itupun setelah Ustadz Udi mengingatkan via SMS “Bagaimana, apa jadi ke masjid Jami? Kalau tdk sempat ya dengarkan radio 99,8 FM saja”.

Baca lebih lanjut

Ramadhan [Kali Ini…]


aku pernah menganggap Ramadhan biasa-biasa saja,
tak berbeda dengan bulan lainnya
pernah juga berbuat dosa, disengaja.
padahal (katanya) setan sedang tak ada, menikmati penjara dan puasa menggoda. atau sebenarnya ia kian giat bekerja?
merayu, menyapa, mendekat pada siapa saja yang sok menghamba hanya di luar saja. entahlah.
ia (Ramadhan) datang dan pergi dengan makna dan hikmah yang sama, datang-pergi, begitu saja.
menyisakan sedikit pengaruh sucinya dalam diri yang kemudian terkikis seiring dengan bergantinya hari.
Ramadhan kali ini, tak muluk aku berharap
semoga ia menjadi bulan terbaik, mengawali bulan-bulan terbaik selanjutnya
hingga ia (Ramadhan) yang terbaik akan kembali datang,
bukan hanya untukku, tapi juga untukmu…^^

selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf untuk semua salah dan dosa 😉