Doa (Harus) Baik


Aku tertegun, mencoba mengingat lirik doa yang selalu aku panjatkan kepadaNya. Sudah baik, bagus dan sesuaikah, atau terselip kata dan kalimat keluhan, hujatan, sumpah serapah kepada orang lain.

Oh, jika iya (dan pernah berdoa seperti itu), alangkah naifnya aku. Memohon kepada Yang Maha Pengasih untuk mendhalimi hambaNya terkasih. Tentu Dia tak pernah mau dan tak akan mungkin mengabulkan doa-doa ‘jahat’ itu. Meski beribu kali terucap.

***

Materi pengajian di Masjid Agung Jami Kota Malang pagi ini (Minggu, 14/8) membahas tentang 9 hal yang disunnahkan untuk dilakukan para tamu Allah di Makkah. Oh, sembilan? jika tak salah, tentu benar. Karena saya datang terlambat dan baru bergabung dengan majelis 35 menit sebelum pengajian dua jam yang dibawakan KH Baidowi Muslich tersebut berakhir. Itupun setelah Ustadz Udi mengingatkan via SMS “Bagaimana, apa jadi ke masjid Jami? Kalau tdk sempat ya dengarkan radio 99,8 FM saja”.

Well, sebelum menerima SMS, saya sebenarnya sudah menghidupkan radio untuk mencari channel milik Masjid Jami Kota Malang itu, its mean saya memang sedang malas dan kurang punya niat kuat untuk datang langsung ke masjid. Eh, bukannya menemukan channel 99,8 FM,  malah terpesona dengan channel lain yang sedang memutar Justin Beiber, Rihanna, sampai Leona Lewis. Saya terlena, ikut bernyanyi dan melupakan niat awal “menyimak pengajian di radio” sampai akhirnya menerima SMS, yang terus terang membuat malu. Bergegas, saya langsung meluncur ke Masjid Jami yang sebenarnya hanya memerlukan jarak tempuh  sekitar 7an menit dari rumah di Locari.

Ok, saya harus membuat pengakuan selanjutnya. Terus terang, swear ewer-ewer boom-boom, meski beberapa kali mampir di Masjid Jami’ untuk salat dhuhur atau ashar di sela-sela belanja di mall dekat Alun-alun (dulu pas masih suka belanja, hehehe)  baru kali inilah saya masuk ke dalam masjid, hohoho SUNGGUH TERLALU!!.

Ups! bukan tanpa alasan saya baru menikmati interior masjid yang oke punya itu sekarang (baca: pembenaran), tapi karena peraturan sebelumnya yang (menurut saya) sedikit mendiskriminasikan jamaah perempuan. Tempat salat kita (perempuan) terpisah jauh dari area masjid utama, di gedung kecil yang sekarang difungsikan sebagai kantor dan perpustakaan masjid. Kurang nyaman, tanpa hiasan interior.

Kembali ke dalam Masjid Jami’, lamat-lamat terdengar suara KH Baidowi Muslich yang menjelaskan empat ciri-ciri calon penghuni surga. “Wajhun malih, wajahnya berseri-seri, suka tersenyum, nggak cemberut, membuat siapapun yang melihat tenang dan senang. Lisanun fasih, ngomongnya selalu baik, positif, tidak suka menjelek-jelekkan orang lain. Hatinya selalu takut pada Allah dan tangannya suka memberi, senang bersedekah. Semoga kita termasuk golongan ini, calon penghuni surga,” kata Kiai yang langsung diamini para jamaah termasuk saya. Terus terang (lagi), saya baru ikut pengajian Kiai Baidowi ya tadi pagi. (ow! poor me…)

Setelah bahasan tersebut, sang Kiai masih menjelaskan beberapa hal dan kemudian dilanjut tanya jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul cukup banyak dan sebagian malah keluar dari tema dan konteks bahasan pagi itu, tapi malah memberikan pencerahan. Pertanyaan polos dengan jawaban cukup menohok.

Salah satunya dilontarkan seorang ibu muda “Ustadz, kami ada perjanjian dengan seseorang yang mencakup uang cukup besar. Dalam perjalanannya, orang tersebut  ingkar dan tidak membayar bagi hasil sesuai dengan kesepakatan awal. Nah, apa dibenarkan jika kemudian kami berdoa supaya orang yang mendhalimi kami tersebut mendapat balasan setimpal”.

“Dari pada berdoa begitu (meminta orang yang mendhalimi mendapat balasan setimpal) lebih bagus memohon (berdoa) supaya Allah membuka pintu hatinya, melapangkan pikiran dan usahanya supaya lebih mudah dalam membayar. Doa itu harus baik, selalu baik, mendoakan yang baik-baik. Meskipun tersakiti dan disakiti, berdoalah yang baik,” tegas Kiai yang membuat saya terpaku. Sudahkah, selama ini, saya mendoakan yang baik-baik, kepada siapapun, bahkan yang pernah menyakiti. Waallahua’lam.

2 responses to “Doa (Harus) Baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s