Oh, Ada Murid Kentut!


Jika Anda seorang guru, apa yang akan Anda lakukan saat ada seorang murid kentut di kelas, dengan suara super duper keras pula?. Duuud brooottt… 😀

Muka memerah, mengamuk marah, lalu berceramah mengenai etika dan lain sebagainya. Berkhutbah bagaimana seharusnya sikap seorang murid di dalam kelas,  hingga tentang adab dan sopan santun ketimuran yang harus dijunjung tinggi, atau menyuruh murid tersebut keluar kelas dan memberinya hukuman?. Mungkin ya (melakukan semua yang saya sebutkan tadi), mungkin juga tidak.

Creative. Ahmad Dahlan adalah contoh  pendidik yang kreatif. Saat dia mengajar dan ada murid  kentut di dalam kelas, ia tidak serta merta marah atau meminta murid bersangkutan meminta maaf. Ia malah bercerita tentang betapa nikmatnya seseorang bisa kentut. Karena kentut adalah anugerah Tuhan yang sungguh luar biasa, bukti kecintaanNya kepada manusia dan salah satu wujud karunia yang harus disyukuri.

“Kita harus bersyukur bisa kentut. Coba bayangkan tubuh manusia seperti balon tanpa lubang untuk mengeluarkan gas. Balon tersebut terus diisi dengan udara, dipompa terus, lagi dan lagi hingga menggelembung dan akhirnya duarrrr, pecah!. Tapi Tuhan sayang dengan manusia hingga memberinya lubang untuk kentut, makanya, sebagai rasa syukur kita harus berucap. . .”

“Alhamdulillah”, jawab seluruh murid.

Think Fast. Untuk menjadi kreatif, seorang pendidik harus bisa berpikir cepat, mencari ide pengembangan (pembelajaran) dari stimulan yang muncul di dalam kelas. Jika contoh (stimulan) dalam film Sang Pencerah besutan Hanung Bramantyo tersebut tentang murid yang kentut, maka ada bermacam peristiwa yang bisa kita temui dalam kelas sehari-hari.  Anda, para pendidik, harus bisa menyikapinya dengan dewasa (dan tentu saja kreatif).^^