menulis = mengajarkan kepekaan


Menulis tidak sekadar mendokumentasikan peristiwa, ide, rasa, asa, dan menjadikannya sebagai jejak sejarah. Menulis, mengajar dan mengasah kepekaan dalam menyikapi setiap momen yang terjadi di sekitar kita. Menulis, menuntut kita untuk dapat merasakan sesuatu yang tidak tampak di balik peristiwa.
Hohoho, ternyata begitu lama saya tidak menulis di blog ini. Selama itu pula sepertinya saya menjadi kurang ‘peka’ dan egois. Bahkan yang paling parah, menjadi sulit untuk berbagi dan mengurai ide serta rasa yang sering kali muncul (namun segera dibinasa-kan) 😀 .
Ok, resolusi Ramadhan saya kali ini adalah memanggil kembali si peka, mendudukkannya dalam posisi semestinya dalam hati nurani, memupuknya dan berharap ia terus bertumbuh, menetap. #semangat yakin bisa nich.
Sebagai langkah awal, saya memaksa diri untuk kembali menulis dan berbagi sembari berharap si peka tak harus membutuhkan waktu lama untuk menempati rumahnya, lagi. #berharapbanget, swear ewer2 boom2…

One response to “menulis = mengajarkan kepekaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s