Cantik Yes, Halal is a Must!


Buk, tumbasno iku (Ibu, belikan itu)” . kata gadis kecil berusia 5 tahun pada sang ibu sembari menunjuk lipstik berwarna merah menyala yang terpajang di etalase toko. Si ibu terkejut mendengar permintaan tersebut dan tak menanggapinya. Merasa dicueki, si gadis kecil ngambek dan mulai menangis meraung-raung.

Bagaimana kisah selanjutnya? si ibu yang sudah paham kebiasaan si anak yang akan terus menangis dan bahkan bisa berguling-guling di lantai toko jika kehendaknya tak dituruti, akhirnya mengalah. Lipstik itupun berpindah tempat.

Haha! saya harus melakukan pengakuan dosa, the little girl is me :), dan tetap menyukai lipstik hingga sekarang. Hei, perempuan mana yang tidak suka?.
***

Lipstik dan varian kosmetik lain menjadi must have item bagi perempuan, termasuk saya. Tidak sekadar dibeli dan dijadikan pajangan di kamar, tapi juga selalu dijinjing dan dibawa kemanapun pergi. Harus saya akui, selalu ada tas kecil atau wadah kosmetik di dalam tas yang saya bawa. Saat berangkat kerja, atau ketika hang out bersama teman. Bukan untuk berdandan habis-habisan dan over, tapi memudahkan ketika saya ingin touch up dan me-refresh diri, sehingga dapat tampil percaya diri dan merasa cantik, dimanapun, kapanpun. 

Jika reading is recharging -saya suka sekali membaca buku terutama novel- maka berdandan dan tampil cantik is energizing. Ketika lelah dengan rapat seharian, maka saya akan meluangkan waktu sebentar untuk touch up. Bahkan saat sedang kesal dengan teman sekantor atau pusing karena dikejar target proposal tesis yang belum juga selesai, maka berdandan menjadi salah satu terapi menyenangkan dan meringankan. Ketika wajah kembali fresh, otak juga ikut fresh, bugar kembali dan siap untuk diajak ‘bertarung’ dan melahirkan ide-ide segar yang baru. Teman seruangan  sudah tidak kaget jika tiba-tiba saya membuka two way cake (TWC)  Wardah dan menyapukan spon tipis di wajah saya, di sela-sela kerja. Atau, saya sengaja membuka TWC tersebut, menaruhnya di samping monitor sehingga sesekali bisa bercermin sembari mengetik, hahaha. Dont try at your office kalo Anda tak punya stok dan simpanan malu segudang :D.

Ngomongin soal Wardah, saya mengenal merek ini dua atau tiga tahun lalu, saya lupa. Yang jelas, waktu itu ada seminar kecantikan di Gedung Sasana Krida Universitas Negeri Malang dengan pembicara salah satunya Ratih Sanggarwati. Nah, saat mengikuti seminar, ada open booth Wardah di bagian belakang ruang seminar dan kebetulan salah satu SPG-nya kenal saya dan menawari produk Wardah. Tidak mau mengecewakannya, saya membeli Pure Olive Oil Wardah, yang ternyata benar-benar memuaskan.  Terus terang, yang membuat saya tertarik awalnya adalah bentuk kemasan botolnya yang unik, imut dan elegan. Terpenting, dapat saya bawa kemanapun pergi. Maklum, kulit kaki saya termasuk kering dan gampang kasar, jadi harus sering diolesi minyak zaitun yang terkadang saya campur dengan lotion.

Puas dengan olive oil, saya mencoba produk Wardah lain, apalagi ada jaminan halal yang semakin membuat hati tenang ketika membeli dan memakainya. Saya kemudian membeli bedak tabur, two way cake dan lipgloss yang bertahan hingga sekarang.
Kulit saya tergolong berminyak, jadi saat berdandan saya selalu memakai bedak tabur dulu sebelum pemakaian two way cake supaya hasilnya lebih optimal dan tidak lengket.  Saya nggak tahu tahapan yang saya lakukan ini benar atau enggak, but we know better our skin condition, right?. Berdasarkan pengalaman, tahapan tersebut yang paling pas untuk saya saat ini. Meskipun begitu, saya nggak membawa bedak tabur keluar dari rumah, ketika touch up ya memilih pakai two way cake saja, simpel dipakai dan simpel di tas, hehe.

Halal is a Must

Selama ini, batasan halal yang kita pahami sebagian besar berkaitan dengan makanan dan minuman. Padahal mencakup semua lini, termasuk kosmetik. Nggak lucu dong, kita begitu freak dan berhati-hati terhadap makanan -untuk menghindar dari yang diharamkan- tapi mengabaikan produk lain yang ‘menyentuh’ langsung kulit dan tubuh kita. Padahal lima kali sehari kita menghadapNya, berkomunikasi denganNya, memohon ampunanNya. Akan lebih menenangkan dan membuat hati tentram ketika kita tahu produk kosmetik yang kita pakai -yang terkadang masih menempel di tubuh- ketika shalat memang benar-benar aman dan halal. If halal is a must then Wardah is the best choice (to not say a must 🙂 dan terkesan memaksa Anda, pembaca dan tamu blog ini, hehe). Tapi  Anda pasti memilih yang terbaik untuk diri Anda kan?

Salam^^

4 responses to “Cantik Yes, Halal is a Must!

  1. kalo olive oil setelah dipake bisa ga langsung dikasih bedak atau harus dibilas dulu

    harus dibasuh dulu donk….ntar jadi sangaaaat oily donk 🙂
    karena olive oil kan bukan untuk make up, tapi treatment yaaa…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s