12 Aktivitas Saat Ramadhan


Kita dapat belajar dari media apapun, kepada siapapun, dimanapun, kapanpun. Ya, perkembangan zaman dan teknologi, menjadikan konteks belajar saat ini tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Saya, bisa belajar dan berguru dengan Gus Mus meski belum pernah sekalipun bertemu dengan beliau, belajar dari Renald Khasali melalui tulisan-tulisannya di media, atau mencoba belajar langsung kepada Dr. Aidh Al Qarni tanpa perlu harus pergi ke Saudi, bahkan bisa saya lakukan sambil tiduran di kamar sebelum mata terpejam menjemput mimpi. Ah, dunia twitter mendekatkan kita pada guru nun jauh di sana.

Khusus kepada guru yang terakhir tersebut saya mengatakan ‘mencoba’, karena tweet-tweetnya (tentu saja) ditulis dalam bahasa Arab. Saya bukan orang Arab, hanya pernah belajar sebentar tentang bahasa Arab, dan pernah dua bulan berada di Makkah dan Madinah yang pada praktik nyata juga tidak terlalu sering menggunakan bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari, wong di sekeliling saya ya orang-orang Indonesia, haha. Sekalinya harus pakai bahasa Arab, eeeeeh…harus ngomong sama orang Bangladesh yang cara ngomongnya pun gak jelas. Orang-orang Bangladesh yang menjadi pekerja di hotel-hotel di sana.

Eh, kenapa malah ngebahas soal pengalaman stay di sana? hiks, membuatku rindu akan tempat ituuuu *Semoga Tuhan Allah SWT mendengar ratapan dan doa hamba cantikNya ini dan memperbolehkan untuk segera mengunjungi rumahNya yang agung, amiiin -sembari menunduk khusyuk.

Kembali pada belajar, saya banyak belajar dari Gus Mus melalui tulisan-tulisannya di koran, dari sosoknya sendiri, seorang kiai yang mampu menulis dengan amat sangat bagus. Seorang kiai yang nyeni, dan tak banyak dimiliki negeri ini. Nah, sebagai followernya, beberapa hari lalu saya melihat Gus Mus menjadi follower Dr. Aidh Al Qarni, naaaah akhirnya saya pun ikut mem-follow penulis buku La Tahzan itu. 

Beberapa hari lalu, Dr. Al Qarni mentweet beberapa kali yang berkaitan dengan Ramadhan. Nah, saya ingin berbagi di sini tweet asli dan terjemahan bebasnya, hehe. Ingat, saya bukan orang Arab yang paham bahasa Arab, jadi kalo di antara Anda semua, para tamu saya yang terhormat, mempunyai tafsiran arti lain dari kalimat berbahasa Arab tersebut, monggo langsung sharing di sini yaaaaa…..^^ 

Oke, ini dia tweetnya, cekidot! 😉

  :(البرنامج العملي للصائم)

1- جزء من القرآن بتدبر يومياً على الأقل.

2- أذكار الصباح والمساء.

3- ركعتي الضحى. 

4- الصلوات الخمس في وقتها جماعة (للرجال).

5- المحافظة على صلاة القيام.

6- الصدقة يومياً بما تيسر ولو تفطر صائم واحد.

7- حفظ اللسان عن الغيبة والنميمة والكذب وكل إثم.

8- البعد عن السهر الضائع مع المسلسلات والملاهي ونحوه.

9- كثرة الدعاء وخاصة قبل الإفطار ( فللصائم دعوة لا ترد ).

10- تجديد التوبة كل يوم والدعاء للوالدين وللمسلمين.

11- تعجيل الإفطار عن الغروب وتأخير السحور لما قبل الفجر.

12- قراءة هديه صلى الله عليه وسلم في الصيام وإتباع سنته.

Ada 12 to do list yang direkomendasikan Al Qarni untuk kita lakukan di bulan suci Ramadhan, yaitu:

1. Membaca Alquran, sedikitnya 1 juz sehari.
Saya yakin Anda sudah biasa tadarus berlembar-lembar dan mungkin lebih dari 1 juz sehari, lha saya? uuuuh, suuuuusah banget loh untuk memulai membaca Alquran di rumah. That’s why saya mencoba untuk mengoptimalkan tadarus di kantor, hehehe. Semoga sehabis ngeblog ini, saya jadi rajin baca Quran.

2. Dzikir tiap pagi & sore.
Saya gampang mengingat Allah ketika dalam kesusahan, saat senang? hmmmmm, Dia Yang Esa itu pun terlupakan. Saya berdzikir ketika sedih melanda, dan langsung lupa waktu bergembira ria.

3. Shalat dhuha.
Kita seharusnya membiasakan diri menghadapNya di kala dhuha, tidak hanya Ramadhan, tapi juga dalam keseharian. Eh, namun ternyata ini pun sulit saya lakukan karena masih tertidur lelap sehabis subuh. Bukannya tidur di Ramadhan pun ibadah? 🙂

4. Shalat 5 waktu berjamaah.
Saya sungguh memimpikan dapat berjamaah dalam lima waktu, namun belum ada imam di rumah, hehe. Eiiiiiitssss! ini sich pembenaran saja, ada dua masjid yang ada di dekat rumah saya di Locari Malang. Satu masjid berjarak tiga rumah di bagian barat , satu masjid lagi berjarak 6 rumah di sebelah timur laut rumah saya. Di rumah orang tua di Tulungagung? masjid side by side dengan rumah, tidak perlu pakai dan copot sandal ketika harus salat berjamaah ke masjid. Itupun saya terkadang absen dan salat di kamar. Oh Tuhan, ampuniiiiiii dakuuu….

5. Menjaga salat dan tidak meninggalkannya.
Ok, saya kurang yakin dengan terjemahan poin yang ini, apa bener? hehehe. Atau, bisa juga diartikan, selalu dan terus berdoa? au ah, kalo kurang yakin bisa tanya dosen bahasa Arab, orang Arab, atau google translate. Pilih sesuai ketetapan hati Anda, awas, jangan salah pilih dan coblos yakz… Jokowi atau Foke? *Iiiih, apa siiiih? 😀

6. Sedekah semampunya setiap hari, meski itu hanya memberi buka puasa untuk satu orang.
Ini nich, saya gampang banget mengeluarkan uang untuk membeli parfum dan kebutuhan duniawi lain. Apalagi mendengar iming-iming diskon spesial Ramadhan dan tawaran harga khusus untuk Issey Miyake sampai akhir Juli ini, padahal Lancome Magnifique (dan saya kurang suka aromanya, terlalu manis) baru nyampek Rabu lalu dan baru dipake sekali *heeeeeelppp, saya pengin banget si Isseyyy ini. Oh, oh, sudah berapa rupiah yang saya sedekahkan untuk mereka yang kurang mampu?. —buka hatiku Tuhaaaan, karena kutau Engkau menjanjikan imbalan berlipat untuk sedekah yang dikeluarkan hambaMu di bulan ini.

7. Menjaga lisan dari ghibah, bohong, adu domba dan perbuatan dosa lainnya.
OMaigaaaddd, susah sekali untuk tidak bergosip ria, ngomongin teman sekantor, atasan, rival, mantan, si mbok kantin sampai ngegosipin artis ala tayangan infotainmen. *tepok jidat….

8. Menjauh dari kegiatan sia-sia.
Ehmmmm, rasanya tidak ada kegiatan saya yang sia-sia di Ramadhan ini. Tidur aja berpahala kok, apalagi belanja!. Ups… (?)

9. Memperbanyak doa, khususnya sebelum berbuka puasa, karena doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Well, menurut saya sich, berdoa itu bisa kapan saja, tidak harus sebelum berbuka puasa. Memang ada waktu-waktu tertentu yang dikatakan mustajabah seperti berdoa di antara azan dan iqamah (eh, bener kaan?), tapi setelah browsing di situs tanya jawab Islam (situs Arab, saya lupa alamatnya) memaparkan beberapa hadits dha’if yang berkaitan dengan doa orang puasa di waktu ifthar. Kalo hadits tentang tidak ditolaknya doa orang yang berpuasa itu shahih. Gak percaya? silakan cari sendiri perawinya… 🙂

10. Memperbarui taubat tiap hari serta mendoakan orang tua dan kaum muslimin.
Bertaubat?, astaghfirullah….hamba memohon ampun padaMu Allah untuk semua dosa dan khilaf, untuk semua kata-kata kasar yang sering hamba lontarkan untuk orang tua hamba. Sayangi mereka, lindungi mereka, cintai mereka dan selalu peluk mereka erat di jalanMu.

11. Mempercepat berbuka puasa saat matahari terbenam dan mengakhirkan sahur ketika fajar.
Rasanya poin inilah yang paling tepat saya lakukan, tanpa anjuran dan beban. oh maaaiii….

12. Membaca shalawat dan mengikuti sunnahnya…
Sudahkah saya? kalo ingat….

Itu tuh, poin-poin kegiatan yang dianjurkan Al Qarni melalui kicauannya di twitter. Saya menuliskannya di sini bukan untuk menggurui, heeeeiii siapa saya gituh?. Sama seperti ketika kita menghibur teman yang sedang sedih dengan kalimat-kalimat positif (padahal aslinya ya menghibur diri sendiri), ya tulisan ini sebagai pengingat saya untuk bisa menjadi seorang hamba yang on the track, selalu menyenangkanNYa sepanjang waktu karena tak sekalipun melupakan Dia. Semoga yaaa….^^

2 responses to “12 Aktivitas Saat Ramadhan

  1. hi mas Priyo….
    sama2 ya mas…. *saya jg diingatkan sama Om Al Qarni, hehehe
    Gimana kabar mas?
    pertanyaan soal buku bener2 makjleb iki *isin aku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s