Resep Rahasia Cantik dan Ganteng


the secret ingredient is……there’s no secret ingredient!!

 Mr Ping-Po Secret

Itu yang dikatakan Mr Ping, bapak angkat Po dalam Kungfu Panda saat mengungkapkan resep rahasia mie andalan mereka yang terkenal lezat dan yummy. Pernyataan itu tentu saja mengagetkan Po sebab selama ini ia percaya ada salah satu bahan rahasia yang diberikan sang ayah hingga membuat mie mereka terasa lezat, berbeda dari yang lain. Tak mungkin dong, mie lezat yang sudah diakui oleh konsumen dan sahabat-sahabatnya itu ternyata tidak mempunyai resep rahasia?!. MANA MUNGKIIIN?!.

Mr Ping : You heard me. Nothing! There is no secret ingredient!

Po: Wait, wait… it’s just plain old noodle soup? You don’t add some kind of special sauce or something?
Mr. Ping: Don’t have to. To make something special you just have to believe it’s special.

Mendengar kalimat sang ayah, Po kemudian teringat gulungan perkamen Naga yang baru  ia terima dan terlihat kosong. Tak ada tulisan atau petunjuk apapun di dalamnya. Hanya ada pantulan wajahnya.

Po: There is no secret ingredient…

 ******

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dijejali dan dipaksa untuk mempercayai banyak hal untuk merasa spesial. Coba lihat iklan salah satu kosmetik dengan bintang iklan penyanyi remaja beranjak dewasa, yang dalam salah satu scene digambarkan baru saja tiba di Korea dan menjadi perhatian warga di sana, baik cowok ataupun cewek yang sebenarnya *agak lebay menurut saya*.

“Ini karena efek kulit jernih putih merona” katanya.

Kalimat itu secara tidak langsung mengajari penonton, khususnya para perempuan, terkhusus lagi mereka yang berkulit agak gelap untuk percaya bahwa cantik itu harus punya kulit putih. Bahwa untuk dapat menjadi perhatian orang lain, hingga membuat mereka menoleh untuk kedua kali dan tak mau berpaling lagi adalah dengan menaikkan level warna kulit menjadi lebih putih, dengan membeli produk tersebut. Apakah hanya kosmetik itu saja yang menjadikan ide kulit putih ini sebagai bahan jualan? tidak. Masih banyak yang lain.

Atau, saat para pria diajak untuk merasa jantan, dijejali mimpi dapat segera punya six pack dalam waktu singkat dengan meminum suplemen merek tertentu. Maka secara tidak langsung juga mereka diberi gambaran bahwa pria jantan adalah yang ber-six pack. Padahal nggak sedikit juga lho pria yang punya gambaran fisik seperti itu malah punya hati dan pikiran layaknya perempuan, #eh!.

Informasi tentang sosok cantik dan jantan versi produsen yang terus menerus di-iklan-kan dan diterima oleh otak, secara tidak langsung tertanam dalam alam bawah sadar, hingga kemudian menjadi ‘belief’ yang mempercayai konsep itu benar adanya. Akibatnya, berbondong-bondong lah perempuan berbelanja kosmetik demi mendapatkan kulit putih idaman, pun para pria yang dengan sengaja menyisihkan pendapatan bulanan untuk membeli suplemen demi kejantanan mereka. Namun setelah semua produk itu terbeli, ternyata para perempuan dan pria ini masih merasa kurang. Sebab ada ‘konsep’ lain yang dijual oleh produsen dari produk berbeda. Bahwa cantik itu harus punya rambut lurus berkilau, bahwa ganteng dan keren itu saat memakai jam dari brand tertentu. Tak ada habisnya.

Ya, saat kita (perempuan) belum mempercayai diri kita cantik, maka produk kosmetik dari merek apapun dengan harga berapapun tak akan membuat kita merasa cantik. Treatment dari klinik kecantikan terkenal di bawah penanganan dokter ahli pun tak akan membantu, jika tak menyadari anugerah spesial yang sudah diberikan Tuhan kepada kita. Begitu juga Anda para pria, akan terus mencari penguatan untuk menyatakan bahwa Anda jantan dengan banyak hal. Mengonsumsi aneka suplemen, melakukan ragam exercise berat dan menghadiahi diri sendiri dengan produk branded yang hanya memberi rasa ‘jantan’ sesaat.

Sebelum kita mempercayai bahwa diri kita SPESIAL, produk dan treatment sehebat apapun tak akan mempan. Trust me, it works! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s