Saya dan Beauty Pageant


Kakang Mbakyu Kota Malang 2013

Saya lupa kapan tepatnya pertama kali berkenalan dengan ajang, kontes atau pemilihan duta-duta dan ratu kecantikan. Enam atau tujuh tahun lalu? entahlah. Saya benar-benar lupa.

Namun saya ingat saat pertama kali diminta menjadi juri pemilihan model. Kala itu, acara digelar di halaman sebuah rumah (atau gedung) besar dengan suasana etnik dengan beberapa gazebo unik, yang entah milik siapa. Yang menggelar pun, entah siapa mereka. Karena yang saya ingat adalah, betapa bingungnya saya waktu itu, mengingat wajah dan fisik para model satu per satu, -yang di mata saya- mereka semua sama, hahaha!. 

Saya juga tidak menyangka jika mereka  akan tampil di hadapan saya hanya dalam hitungan detik!, not more than 40 seconds. Saya juga tidak mengira jika mereka hanya tampil sekali saja. Omaigad, mereka sudah dandan super maksimal dan hanya perform zuper kilat. poor them 😀

Saya sebenarnya harus meminta maaf kepada penyelenggara, sebab tidak bisa menilai secara maksimal. bahkan bisa dikatakan asal-asalan, karena nilai itu tidak keluar dari penilaian secara obyektif. Nilai itu muncul sambil melirik angka yang ditulis juri lain, trus saya tambahin atau kurangin dikit, wkwkwkwk. Jangan salahkan saya, salahkan panitia yang tidak melakukan briefing dan memberikan warning pada saya bagaimana mekanisme pemilihan model yang mereka gelar, #ngeles. 

Pengalaman lain yang saya ingat, ketika diminta untuk menjuri pemilihan duta di Lostamasta. Gimana ndak ingat, lha wong saya berjilbab kok diminta menjuri acara di cafe (semi diskotek). Gebleknya, saya kok ya mau ya? *terus terang, saya mau karena waktu itu penasaran sich, hehehe. Pengin liat aja gimana suasana tempat hang out anak-anak muda di area Sengkaling itu. Hasilnya, saya musti menahan napas karena banyak asap rokok. Saat jeda pun, saya memilih kabur ke lantai dua yang open air untuk mencari udara segar. Saat di ruangan, saya lebih banyak bernapas dengan mulut, hiks, sembari terheran-heran dengan mereka yang bisa menikmati suasana di dalam. Katakan saya ndeso, emang iya :D.

Usai acara, saya harus ‘thaharah’ dari ujung kepala sampai kaki untuk menghilangkan bau asap yang menempel di pori-pori kulit sampai rambut. terdengar lebay, tapi swear beneran!. 

Sejak saat itu, sudah cukup banyak acara pemilihan model dan fashion yang saya terlibat sebagai juri di dalamnya. Bersanding dengan mereka, para pakar di bidang masing-masing. Tahun lalu (2012), saya bergabung sebagai juri Kakang Mbakyu Kota Malang, tahun ini saya jadi sponsor aja dech. #Eh, maksudnya Malang Post yang jadi sponsor^^

trus, apa sich maksud tulisan ini? nggak ada, aslinya cuman pengin upload foto itu aja kok :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s