Judging Putri Hijab 2014


dewi_yuhana_hijabPemilihan putri-putrian sudah sering dilakukan, meski brain dan behavior menjadi penilaian, tidak bisa dipungkiri jika faktor beauty pun merupakan poin yang tidak bisa disepelekan. Tak perlu mencari alasan detil dan macem-macem sih ya, image pemenang putri-putrian ya memang harus cantik dengan tinggi paling tidak harus di atas 160 cm -malah rata-rata harus di atas 170 cm- dengan berat tubuh proporsional.

Ramadan lalu, saya harus menjuri pemilihan Putri Hijab yang digelar Malang Post. Saya mengikuti proses penjurian dari awal, mulai wawancara peserta, tes mengaji, karantina finalis sampai grand final yang digelar di Hotel Atria Malang. Ya benar, memang ada tes mengaji yang harus dilewati peserta. Akibat tes satu ini, ada beberapa peserta yang secara fisik amat sangat memenuhi kriteria harus tidak diloloskan karena tak bisa mengaji. Kami memberikan waktu kepada mereka yang tidak lolos tes mengaji untuk kembali belajar dan bisa mendaftar di tahun mendatang.

dewi_yuhana_hijab1

MC-ing


Ok, saya sekarang lagi dibuat puyeng karena diminta bikin budgeting buat event yang rencana digelar November mendatang dalam waktu dua hari, semoga jadi ya. Plus, I have to design the competitions, talkshows, presentations & entertainments during the exhibition. Jadi, bikin budgeting sekaligus acaranya nih. *gimana kalo saya bikin EO sendiri saja?* you should contact me and trust ur events in my hand! seriously! hahahaha.

Nah, pas puyeng2 gitu ada teman yang mengingatkan untuk mengirimkan foto-foto pas acara di peringatan HUT RI & HUT BI beberapa waktu lalu, OK jadi semacam break a while dari pikiran serius nih. Sembari mengirim email, saya posting di sini aja deh. Oia, saya ngemsi-in acara tersebut. Pesan dalam kalimat ini: kalau Anda menggelar acara dan membutuhkan MC, bisa kontak saya juga, hahahaha.

Saya nggak tau sejak kapan mulai menyukai dunia cuap-cuap, mungkin sejak di pondok atau bahkan jauh sebelum itu? tak taulah. Yang saya ingat, saat kuliah saya sempat mendaftar menjadi penyiar Radio Kampus dan alhamdulillah tidak diterima :D. Saya juga sempat mengirimkan contoh suara dalam proses rekrutmen di radio Makobu yang saat itu menjadi radio paling populer di Malang -di zaman saya-. Berhari-hari dan berminggu-minggu kemudian saya harap-harap cemas menunggu pengumuman kelolosan saya sebagai penyiar radio, dan hasilnya, tak ada kabar apapun dari Makobu. Yang artinya, yaaaaa gudbye lah penyiar radio.

Bertahun kemudian sesudah menjadi wartawan, saya berkesempatan masuk ke ruang siaran radio, tidak sebagai penyiar tapi menjadi narasumber, terkait berita-berita yang sedang happening dan menjadi headline di tempat saya bekerja, hingga sebagai narasumber sesi Psikologi. Tapiiii…..keinginan untuk menjadi host tetap saja ada, jadi akhirnya saya sering memutuskan diri sendiri sebagai MC untuk semua event yang digelar Malang Post, hahahaha. Lalu beberapa kali ada teman yang merekomendasikan saya untuk menjadi MC wedding di Hotel Santika dan beberapa tempat lain. Eh, akhirnya ngemsi menjadi salah satu hobi menyenangkan, sebagai pelepas penat dari rutinitas kantor, sekaligus menjadi momen untuk bertemu dengan orang-orang dan relasi baru.   

Bank_Indonesia_Malang

BI_8Dewi_Yuhana_BI