PHP itu Bernama CPNS Online


Saat membaca listing berita wartawan tentang CPNS Online yang akan diselenggarakan serentak pada tahun ini, ada satu pertanyaan besar yang langsung terlontar “Apa server siap?”, “Apa sinyal wifi atau jaringan internet mampu melayani kebutuhan akses pelamar yang membutuhkan kecepatan tinggi?”, “Apa penyelenggara dalam hal ini pemerintah daerah dan semua instansi bisa menyiapkan set komputer ataupun laptop dalam jumlah banyak dalam satu waktu?”. 

Maklum saja, konsep CPNS Online kali ini bukan hanya pendaftarannya saja yang online, tapi pelamar juga harus menjawab pertanyaan dalam tes secara online, bersama-sama, serentak. Meskipun online, pengerjaan tes CPNS Online harus dilakukan di tempat yang sama, tidak boleh di rumah masing-masing. Tahun lalu, ada sekitar 2600 lebih pelamar CPNS di Kota Malang. Nah, kalau tahun ini juga sejumlah itu, maka harus menyiapkan 2600 komputer. Jelas tidak mungkin. Jika ada 100 komputer tersedia, maka tes harus dilakukan paling tidak ya 26 hari, mendekati sebulan!. 

Semua pertanyaan saya tadi pasti tercetus di benak siapapun yang membaca tentang CPNS Online. Kenapa? karena pengalaman sehari-hari kita dalam mengakses jaringan internet, wifi, atau saat masuk dalam website tertentu sudah memberikan pelajaran. Jaringan inet bakalan lemot saat digunakan oleh banyak orang, mendapatkan bonus mati-hidup-mati agak lama-lalu hidup lagi, adalah hal yang amat sangat biasa. Kita diminta (baca: dipaksa) untuk menolerir kekuatan sinyal dan jaringan internet di tanah air yang masih rendah.  

Pengalaman saya dengan wifi di rumah bisa menjadi contoh. Saat awal-awal menjadi pelanggan,  senang banget karena kecepatannya membuat betah untuk tetap berselancar di dunia maya. Tapi lama kelamaan, kecepatan semakin berkurang dan mulai sedikit-sedikit mati, jaringan limitted lah, atau bahkan tidak ada sinyal sama sekali. Mangkel? banget!. Tapi apa yang bisa saya lakukan? *saking apatisnya dengan layanannya, saya enggan melapor ke 147 tentang gangguan tersebut. (eh, sudah tau dong saya memakai wifi apa kalo melapornya harus ke 147, hehehe). Tapi dua minggu lalu, karena sama sekali nggak bisa diakses seharian setelah berhari-hari on-off-on-off, saya akhirnya memaksakan diri menelpon 147 dan alhamdulillah lho, setelah ditangani si mbak CS yang meminta untuk meng-OFF-kan modem sementara waktu sembari melaporkan keluhan tersebut ke teknisi, akses bisa kembali lancar.

PELAJARAN: jangan gampang apatis, kalo jaringan wifi dan internet di rumah ngadat, jangan sungkan-sungkan menelpon 147!! hehehe. 

Masih terkait kecepatan jaringan dan server. Saat pendaftaran sekolah online di Kota Malang saja, selalu diwarnai dengan server yang ngadat berjam-jam. Kejadian ini terulang setiap tahun. Setidaknya sampai tahun ini, ketika orang tua siswa harus menunggu sampai siang hanya untuk bisa log in. Semoga 2015 sudah bisa lebih baik ya? hopefully.

Nah, apalagi membayangkan pendaftaran CPNS Online yang digelar secara serentak untuk nasional!. Wah, wah bisa dibayangkan berapa orang yang akan mengakses website dalam waktu bersamaan? wong pendaftar untuk CPNS di daerah saja mencapai ribuan padahal formasi yang ditawarkan hanya belasan atau puluhan. Tapi ya itulah pejabat kita, apakah mereka terlalu percaya diri, terlalu patuh pada skedul, mengerjakan sesuatu dengan kajian minim, takut pada atasan, terlanjur ngomong ke publik atau apalah -saya tak tau bagaimana mendeskripsikannya dengan jelas-, akhirnya meluncurlah website pendaftaran untuk CPNS online pada 24 Agustus lalu, yang berita lanjutannya Anda mungkin sudah tahu. Tak ada satu pun warga yang berhasil log in setelah beberapa hari web dilaunching. Formasi lowongan juga tidak ditulis dengan jelas (yang ternyata karena belum semua instansi menyerahkan formasi lowongan, atau bahkan ada formasi dari Pemda yang belum disetujui oleh Kemenpan).Gimana mau di-upload kalau formasinya belum disetujui?.

Ehm, meminjam istilah remaja sekarang, saya bisa mengatakan kondisi ini enggak banget deh, gileeee benner!!. Kok bisa ya, mereka melaunching website dan mengumumkan pendaftaran padahal pada waktu bersamaan mengetahui belasan instansi dan pemda belum memberikan formasi untuk di-upload. Kok bisa mereka mengumumkan sesuatu yang sebenarnya diketahui belum layak untuk dilaunch. Ini benar-benar di luar nalar dan logika saya. KOK BISA?. wes emboh wes….it’s Ok wae mas….it’s Ok wae…. #singing

Para pejabat itu menjadi PHP ulung untuk jutaan masyarakat Indonesia yang memang terkenal sebagai pemburu PNS. Berita di jpnn.com mengungkapkan, ada 100 juta orang yang mengakses portal Panselnas tersebut dalam sehari sehingga membuat server down. Prediksi saya, 100 juta orang itu bukanlah orang yang berbeda-beda. Bisa jadi, hanya 1 juta hingga 5 juta orang yang mencoba untuk mengakses sampai 20 kali sampai 100 kali dalam sehari dan ternyata tetap tidak bisa log in.

Setelah berhari-hari server down. Akhirnya, pendaftaran CPNS online diundur hingga 7 September, yang kemudian dianulir lagi dan diundur hingga 12 September karena pendaftaran dibuka ulang mulai 1 September. Apakah Senin lusa akan lancar seperti harapan? ya semoga saja…… 

*******

Ok, tulisan ini saya terusin hari ini -hari dimana pemerintah menjadwal ulang pendaftaran CPNS Online. Bagaimana kabarnya? sudah adakah calon pelamar yang sukses?. Ternyata, website http://panselnas.menpan.go.id juga belum bisa diakses. OMG, bener2 PHP kelas wahid ya!

Buat teman-teman yang saat ini sedang berjuang ingin mendaftar CPNS Online, yang sabar ya. Kumpulkan stok kesabaran sebanyak mungkin, jadi saat ada yang habis, masih ada penggantinya. Ingat aja kalo Allah itu selalu bersama orang yang sabar, cheeeeeers ^^

 

Rumah Bersubsidi itu….


Awal tahun ini ada banyak temen yang berjamaah ikut kredit rumah bersubsidi, setelah mendengar presentasi dari sebuah bank X yang bekerjasama dengan instansi Y dalam penjualan rumah tersebut. Tawarannya cukup menggiurkan, kita bisa kredit tanpa uang muka dengan cicilan hanya Rp 700 ribuan per bulan selama 15 tahun.

Sebelum presentasi dari bank X itu, saya awalnya sudah ditawari oleh salah satu manager perusahaan (yang tidak perlu saya sebutkan namanya) tentang adanya rumah murah itu. Dia sendiri sudah membeli dan menganjurkan anak buahnya untuk juga membeli. “Ini investasi lho. Harga tanah dan rumah gak akan turun, jadi coba bayangkan 10-20 tahun ke depan, rumah ini akan berharga jual tinggi. Saya sudah membeli dua unit berdampingan, jadi nanti akan saya jebol sehingga rumahnya jadi luas,” kata si manager bersemangat.

Baca lebih lanjut

Kartini dan Tren Buku Wajah


Seorang ibu, menjelang 50 tahun, berwajah cantik, berkulit mulus dan putih, membuat karyawan di sebuah klinik kecantikan langganan saya kebingungan dengan pertanyaannya yang aneh, “Apa klinik tersebut punya koleksi ‘buku wajah’ yang saat ini banyak diperbincangkan orang”.

“Siapa penulisnya? Gusnaldi ya Bu?,” tanya karyawan perempuan berusia sekitar 22 tahun tersebut. Gusnaldi adalah make up artist ternama yang beberapa kali meluncurkan buku panduan kecantikan, Dewi Sandra adalah salah satu yang menjadi cover bukunya.

Baca lebih lanjut

MLM Pesantren


Berapa banyak jenis multi level marketing [MLM] yang Anda ketahui?. Saya, insya Allah sudah bergabung dengan sekitar lima MLM atau lebih. Mulai dari Amway, High Desert, Melilea, hingga MLM yang namanya pun saya sudah lupa. Biasanya, saya “terpaksa” bergabung karena terlalu bosan dengan ajakan teman yang terus menerus merayu, sambil tak putus asa menunjukkan iming-iming income besar.
Innama-l-a’maalu binniyah memang benar adanya. Niatnya hanya ikut-ikutan dan agar si teman tak merecoki lagi, maka itulah yang saya dapat. Sejak bergabung, teman saya tak lagi datang dengan segala macam penjelasan dan rayuan mautnya, hidup kembali tenang. Tapi jangan tanya keuntungan bisnis, sebab saya memang tak menjalankannya sama sekali. Starter kit, brosur, dan kuitansi dari MLM tersebut masih tersimpan rapi di lemari, bersama beberapa dokumen lain, yang entah penting atau tidak. Yang jelas, masuk kategori barang yang dibuang sayang, entah sampai kapan.
Baca lebih lanjut

Krisis Finansial dan Pak Ali Ndut


Krisis ekonomi global [akhirnya]  berimbas juga pada dunia bisnis di Malang. Perusahaan -sekala kecil dan besar-  mulai mengencangkan ikat pinggang, efisiensi, dan tak sedikit yang melakukan rasionalisasi. Jumlah karyawan yang dirumahkan memang tak sebesar pekerja yang di-PHK di Jawa Barat maupun luar Jawa, tempat sebagian besar perusahaan joint venture dan perusahaan orientasi ekspor berada. Tapi tetap saja, kehilangan pekerjaan menjadi masalah tersendiri bagi karyawan bersangkutan dan keluarganya.  Dan jika dirunut lebih lanjut, juga berpengaruh dan menjadi problem bagi masyarakat lain yang masuk dalam lingkaran dan mata rantai ekonomi.

Baca lebih lanjut

Tak Sekadar Merasa Bisa Merasa


apa sih bahagia ?
apa sih sedih?
bagaimana bisa membedakan kebahagiaan dengan kesedihan?

kita bisa merasakan nikmat bahagia karena pernah merasa sedih
tak akan ada kata bahagia, bila tak ada sedih
percayalah, selalu ada senyum sesudah tangis
[dan] jika Tuhan memberikan tangis saat ini, mungkin karena sebelumnya kita terlalu sering tertawa sehingga nikmat tawa menjadi hambar, tanpa rasa

Dia ingin kita merasa, mampu merasa, tak sekadar merasa bisa merasa…

==> komenkyu di fesbuk