Seimbang-Keseimbangan


Sewot?! yeah! itu yang aku rasakan saat mendapati halaman blogku kacau. Side bar yang seharusnya berada di samping tulisan-tulisanku di halaman depan (yang saat ini Anda baca) pindah ke bawah dan menyisakan ruang kosong yang tampak ‘aneh’.

Aneh, sebab ruang itu menjadikan komposisi halaman tak seimbang. Aneka warna huruf yang saya pilih, ternyata tidak dapat membantu ‘ketimpangan’ tersebut, bahkan meminimalisir pun tak bisa. Sekilas, halaman ini sebenarnya tampak normal, sehat, tak kurang suatu apa. Tapi kesan itu akan berubah saat Anda sudah mampir beberapa menit. Baca lebih lanjut

TelPOn dari SemaRaNG


aku bukan wonder womenmu yang bisa

harus menahan rasa sakit karna mencintaimu,
hatiku ini bukanlah hati yang tercipta dari besi dan baja,
hatiku ini bisa remuk dan hancur

        Lirik lagu Wonder Women Mulan Jameela terdengar kencang, membangunkan aku dari alam mimpi. Ups, ternyata lagu itu berasal dari ringtone GSMku. Yach aku lupa, sejak kemarin sore Wonder Women menggantikan posisi Mothernya Sami Yusuf sebagai ‘corong’ pemanggil jika ada telpon yang masuk. Masih dengan mata setengah terpejam, aku melihat jam, masih pukul 05.54 WIB, sebelum akhirnya memencet ‘OK’ dan menerima telpon pertama hari ini.

        “Halo…,” kataku sembari berusaha menetralisir suara agar tek terdengar terlalu serak dan ‘ketahuan’ (xixixixie…) baru saja bangun dari tidur.

            “Assalamualaikum.. ,” ucap suara wanita di ujung telpon.

            “Waalaikumsalam…,” jawabku.

        “Benar ini no hape Dewi Yuhana? ‘afwan sebelumnya, tadi nggak sengaja buka blog antum dan sempat membaca tulisan klo antum masuk Gontor Putri 1992. Wah, berarti se-marhalah, oia ana ‘Rosita A’ (btw, namanya aku tulis lengkap di blog. Nggak pa2 ya ka’?…he3.. 🙂 ), kakak kelas dari tajribi. masih ingat?”

            “Eh, ya masih ingat dunk ka’, gimana kabar. Tinggal dimana sekarang?”

           “Di Semarang. Setelah menikah langsung menetap di sini. Wah, kaget juga waktu lihat Blognya Dewi. Karena penasaran ana tanya nomer hape anti ke Widya Y (kakak kelas di Mantingan yang sekarang menetap di Malang), afwan lho nelpon pagi-pagi”

            “Waduuuuh, malah makasiiiiih banget udah ditelpon. Btw, putranya berapa?”

            “Mau empat. Kalo ke Semarang mampir ya, Dewi sendiri?”

            Glek!@. “Aih…, Kaka’ udah mau empat wa ana lam atazawwaj, he3…”

**** Baca lebih lanjut