Kacamata Sidang


“Ih, mbak Dewi seneng banget sih pake kacamata cerai!,” kata Lina, suatu hari.
“HAH? Ennnak aja, masak kacamata cerai seh?”

“Ya iyalah!! masak ya iya donk!. Coba aja mba liat artis-artis yg lagi cerai, semua-mua pake kacamata kek gini”
“Ih, sembarangan!”

“Loh, emang bener kan?!, ehmmm…..gini deh, klo ga mau disebut kacamata cerai, gimana kalo kacamata sidang aja?. SoalNa, semua yang masuk persidangan pasti bergaya kayak gini 😉 ”
” 8) 8) 8) “


Hadiah “Pernikahan”


Pulang…

Kemanapun burung terbang, ia pasti akan kembali ke sarangnya. Pulang….

Sama dengan kita, manusia, yang selalu menjadikan Keluarga (rumah) sebagai tempat untuk pulang. Kemanapun kita pergi, berapa lama dan sejauh apapun, keuarga pasti akan selalu menerima kehadiran kita tanpa syarat, selain ‘kehadiran’ itu sendiri. 🙂

Memiliki satu keluarga yang mengasihi dan menyayangi merupakan anugerah dan nikmat tak terhingga dari Allah SWT. Apalagi mempunyai banyak keluarga yang akan selalu ada untuk mendampingi dan menghibur kala sedih, mengingatkan saat alpa, dan berbagi kesenangan di kala bahagia. Baca lebih lanjut

Dicari!! Grosir Aksesoris *_*


Salam….

wuuuih, iklan bangetz yaaa?! EMMMaaNG!

Bwt temen-temen, rekan, dan pengunjung dunia dewi yang sayaaa hormati (upzz!!….jangan ngebayangin klo saya sekarang sedang berdiri tegak sambil mengangkat tangan layaknya peserta upacara sedang memberi hormat ke bendera merah putih 😉 ), kalo Anda memiliki informasi tempat grosir untuk segala macam aksesoris, seperti bros, gelang, kalung, anting, giwang, de el el, tolong dunk…. saya dikasih tau.. Yaaaa… plizzzz….. 😉 🙂

****

gara-gara postingan ini, tadi ada yang tanya:

“Dew, emang nyari grosir aksesoris buat belanja kebutuhan sendiri ato mo dijual lagi?”

“Ehmmm, mo dijual lagi. SoalNa, pernak-pernik yang De beli untuk koleksi sendiri dilirik banyak orang tuh 😉 . sayang siih, tapi ndak boleh nolak konsumen kan :-D”

“Ya udah, punya temen di Bandung dimanfaatin dunk?!”

😀 😆 semogaaaa benner2 bisa “dimanfaatin” 😆


Efek dari Nama Dewi Yuhana


Nama Dewi Yuhana diberikan oleh kedua orang tuaku bukan tanpa alasan, asal nyomot, ato ikut-ikutan saja. Ada sejarah panjangnya. Bahkan, klo nggak salah sempet juga melalui konsultasi ke salah satu kyai (duh, sebegitunya yakz?!…).

Sekilas, penyebutan dewi yuhana terdengar menjadi yohana. Akhirnya, banyak orang yang beranggapan kalo aku adalah muallaf. Bahkan ketika di ma’had dulu, ustdz Siti Aisyah (ustdzh cantik yg mengajar bahasa Inggris) dengan terus terang menanyakan apakah aku dulu non muslim. Weleh deleh!! ya jelas saja I said NO!!

Wong sejak di dalam kandungan, selalu diperdengarkan ayat suci Alquran, diadzani saat lahir dan melihat dunia untuk pertama kalinya, hingga dididik dalam lingkungan agamis Islami, ya tentu saja aq sudah muslim sejak dulu. Tapi lagi-lagi, karena nama banyak yang salah paham. Bahkan, beberapa relasi yang sering berhubungan dengan aku tapi belum pernah bertemu langsung, tak hanya mengira aku non muslim, tapi sudah yakin bener.

So, di penghujung tahun seperti ini, beberapa kali aku mendapat ucapan selamat hari raya milik salah satu agama. Bahkan, ada juga yang sempat mengirim kartu ucapan ke kantor!!

Tadi siang, untuk pertama kalinya aku bertemu dengan salah satu PR dari sebuah perusahaan asuransi terbesar di Indonesia at Santika Hotel. Ketika aku menyebutkan nama, dia langsung terkejut, speechless, dan melihatku dari atas sampai bawah. Aku pun paham dengan keterkejutannya.

“Ya ampun mbak, maaf selama ini saya mengira mbaknya… ya tau sendiri lah…hehehe3.. jadi malu.”

Padahal aneh juga, tiap dia telpon I always say Assalamualaikum. Pas dia tanya kabar, selalu kujawab Alhamdulillah, kabar baek. lha kok masiiih aja diragukan… 😉