Kekalahan Indonesia Vs Thailand, Siapa Paling Dirugikan?!


Sampai umur saya saat ini 😀 , sepertinya baru dua kali saya menonton pertandingan sepak bola, lengkap, dari awal sampai akhir. Pertama kali, tahun 1998 ketika perhelatan piala dunia. Saya menonton di rumah orang yang saya sudah lupa namanya. Dia adalah seorang bapak baik hati yang menawarkan saya tempat menginap karena kemalaman di jalan. Fiuh! untung bener-bener baik hati, kalo enggak, tak taulah jadinya dirikyu yang saat itu masih polos dan lugu 😉

Baca lebih lanjut

Kacamata Sidang


“Ih, mbak Dewi seneng banget sih pake kacamata cerai!,” kata Lina, suatu hari.
“HAH? Ennnak aja, masak kacamata cerai seh?”

“Ya iyalah!! masak ya iya donk!. Coba aja mba liat artis-artis yg lagi cerai, semua-mua pake kacamata kek gini”
“Ih, sembarangan!”

“Loh, emang bener kan?!, ehmmm…..gini deh, klo ga mau disebut kacamata cerai, gimana kalo kacamata sidang aja?. SoalNa, semua yang masuk persidangan pasti bergaya kayak gini 😉 ”
” 8) 8) 8) “


Jualan Puls@


Setiap peristiwa selalu memiliki hikmah. Gusti yang Maha Agung tak akan pernah membiarkan hamba terkasih merana. Paling enggak, aku merasa begiitu disayangi dan dirahmati oleh Sang Pencipta Alam Semesta dari setiap hal yang aku rasakan dan aku alami.

Beberapa waktu lalu, hapeku (GSM) terjatuh dan terlindas mobil, langsung ringsek. Keesokan harinya aku memutuskan untuk membeli penggantinya. Saat pemilik counter mengantarkan hape ke kantor, iseng aku menanyakan apakah dia bisa menyelematkan memory telpon, SMS, dan pic yang tersimpan di hapeku yang sedang sekarat. Karena setelah insiden hape terlindas mobil itu aku baru sadar, ternyata semua nomor telpon teman dan relasi aku simpan di memory hape, bukan simcard.

Mendengar permintaanku, dia tidak bisa menjanjikan, tapi tetap membawa hapeku yg sudah penyok. Keesokan harinya, aku mendapat kabar klo semua memory bisa diselamatkan. bahkan, hapeku bisa difungsikan lagi dengan mengganti komponen (yang aku nggak ngerti dan ndak mau tau apa itu). Alhamdulillah, hape itu bisa selamat. Duh, senengnyaaa. Maklum, hape itu pemberian dari seorang relasi setahun lalu, saat dia merasa kasihan melihatku sangat ‘nelongso’ setelah kecopetan hape.

Sebagai sebuah pemberian, hape itu tentu sangat memiliki makna. Jadi sejelek apapun keadaannya, aku bakal berusaha untuk tetap ‘menghidupkannya’. Untuk mengingatkanku, bahwa di suatu masa, masih ada seorang yang respek dan percaya kepadaku.

Setelah selesai perbaikan, ternyata hapeku memang bener2 bisa hidup. Oh, Allah bener2 begitu menyayangiku. Sekali lagi, Alhamdulillah…..

****

Nah, jumat malam, Ervin, salah satu temen ngajakin makan di Pulosari. Dari perbincangan iseng saat aku menanyakan bisnis counternya, aku memutuskan untuk mendayagunakan hapeku untuk jualan pulsa, wkekekekek… jadi pedagang nich… 😉 😉 😛