.:: Dia Selalu Ada Untukku ::.


momm

Umur lima tahun

Dia selalu ada saat kubutuhkan.

Ketika aku takut gelap, takut petir, takut dengan mimpi-mimpi buruk yang selalu datang saat sakit, saat malas mandi sendiri, saat mau keramas, saat mau makan, saat mau pakai baju.
“Ibu, nanti saat kiamat jangan tinggalkan Dewi ya buk,” itu salah satu ucapanku saat meringkuk tidur berbantal lengan ibuku, sambil menghirup aroma khasnya.

***

Baca lebih lanjut

Rahasia dan Resolusi


Tak terasa, 2008 akan segera berakhir menyambut hari-hari baru di 2009. Beberapa tabloid dan majalah bahkan sudah mulai mengulas ramalan-ramalan yang (mungkin) terjadi tahun depan dengan mewawancarai para peramal dan ahli “apapun istilah sejenisnya” yang wajah mereka sering wira wiri di layar kaca, menawarkan solusi instans dan singkat seharga Rp 2000.
Hair stylist dan fashion designer juga  naik daun. Pendapat mereka tentang tren potongan rambut dan model busana tahun depan diburu untuk kemudian disajikan kepada pembaca. Topik tersebut diulas karena begitulah yang diharapkan dan  dibaca oleh masyarakat,  sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah orang-orang kurang pede.

Memasuki tahun baru yang ditanya kok si mama, ki bodo, atau  ki dan ki lainnya. Yang saya yakin, mereka sendiri nggak tahu tentang masa depan mereka dan apa yang akan mereka temui dan hadapi nanti.

Masa depan adalah rahasia.
Dan karena rahasia itulah ia menjadi tantangan dan misteri hidup yang menarik… Baca lebih lanjut

Janji Temu dengan Tuhanku *_^


whew!…
melankolis, mendayu, cengeng, childish, manja, bukan hanya milik dan didominasi kaum hawa saja. TERNYATA, bwaaaanyak loh kaum adam yang suka mendayu-dayu melebihi cengkok lagu dangdut.  Sok tegar dan tabah, padahal aselinya cengeng pol!!. Ngerasa dewasa, walopun terkadang (dan lebih sering) bersikap childish. Dan menganggap dirinya suka memanjakan, padahal lebih suka dimanja.

Eitz, ini bukan hasil penelitian ato survei ilmiah. Sama sekali nggak ada bau ilmiahnya. Penuh subyektif, dan hanya penilaian berdasarkan parameter pribadi, setelah blogwalking dan membaca curahan hati para blogger   cowok, huahahahahaha 😆

UPs! bulan mengkritik loh, cuman seneng aja ternyata ada temen untuk ber-lebay ria 😉

fiuh! lega, lega…..bangetz……
sampe sekarang ketawaku belom juga selesai
senyumku masih tersungging di bibir
dan rasanya bakal akan tetap bertengger di sana sampe malam menjelang…

****


(ga ada hubungannya ma di atas ker!…)
Tuhanku, Ya Rabbi….
terima kasih untuk hari indah hari ini,
limpahan cinta yang aku terima saat ini,
untuk cerita dan kisah indah nanti,

maafkan aku yang sudah lama tak menyapaMu
dalam tulisan-tulisan di blog 🙂
tak bercengkerama denganMu dalam mimpi
(lah, mimpiku tentang apa dunk?)

ENgkau paham kan Tuhanku?
Ya, ya..aku yakin KAU lebih paham dari pemahamanku
paham akan maksudku
paham kalo sekarang aku harus segera off, cwaaaapek Tuhan… 😉

SABLENG?!!!
ah TUuuuhaaannn!!!
masak aku sableng?!
wong makhlukMu paling zxzsx 😆 githu loh…

Janji deh, ntar aku akan memimpikanMu
melafadzkan namaMu,
bersujud kepadaMu
kembali ke haribanMu…
sampai ketemuuu……. 😉





(hanya) Untukmu


ada sedih ada bahagia.


tepat hari ini ada momen bahagia dan sedih, dalam waktu bersamaan
bukan tentang aku. dan tak ada kaitannya dengan diriku
tapi dirasakan ia yang berada nun jauh di sana, sahabatku…

saat mendengar ceritanya kemarin, aku tak dapat berkata apa-apa. tak jua berusaha menghiburnya dengan kata-kata indah, karena aku tau kata seindah apapun tak dapat menutupi kegalauan dan keresahan hatinya. aku juga tak berusaha untuk berucap ‘sabar’, sebuah kata basi yang seringkali diucapkan sebagai penghiburan basa-basi.
aku sedang tak mau berbasa-basi.
yang aku tau, sepahit dan segetir apapun masalah yang terjadi harus dihadapi.
bukan dihindari, apalagi dengan melarikan diri.

sobat, tunjukkan wajah tegarmu. berikan senyum termanismu. ucapkan doa tulusmu.
tanpa merasa malu untuk meneteskan air mata, menunjukkan rasa sedih, berbagi kisah dan luka.
tak perlu kau sembunyikan lara, karena ia memang ada
senyata doa yang aku panjatkan untukmu, hari ini, saat ini, detik ini.

*** Baca lebih lanjut

Sucikan Hati, Kembali Fitri


Siapapun kamu,
(mungkin) Aku pernah membuatmu sedih, kesal, marah,
dengan kata-kata, tulisan,
sikap, dan prasangka buruk…
di hari yang Fitri ini, aku memohon pengampunan dan maafmu
minal aidin wal faizin
maaf lahir & batin

PS: Oia, dont worry bihepi, aku juga maafin kamu kok. semua salah, yang tak sengaja ato bahkan sengaja kamu lakukan (kurrang azar, ngelakuin kesalahan kok disengaja seh 8) )
dengan catatan, kamu nggak lupa kirimin aku parcel ato angpao lebaran 😀
oyi?! 😉


Permohonan dan Doa


(jika) Anda CEO, Direktur Utama, atau General Manager sebuah perusahaan. Kira-kira, apa yang Anda rasakan saat mendapati anak buah Anda menghadap dan mengajukan beberapa permohonan seperti di bawah ini.

“Tuan, saya mohon Engkau menaikkan gaji kami,  karena harga-harga bahan pokok meningkat, semakin mahal, sedangkan kebutuhan tetap sama. Jauhkan kami dari kesengsaraan karena tak mampu membeli makan, bantu keluarga kami dengan kekuasaan yang  Engkau miliki. Bantu kami Ya Tuanku”.

Bila Anda termasuk pribadi yang dermawan, ramah, dan suka menolong, pasti akan menanggapi permohonan itu dengan tenang sembari berempati dengan apa yang mereka rasakan. Mungkin Anda tidak langsung menaikkan gaji karena kondisi internal dan eksternal tidak memungkinkan untuk membuat kebijakan tersebut. Tapi paling tidak, Anda akan mengulurkan bantuan kepada anak buah yang sangat membutuhkan bantuan itu. Baca lebih lanjut