“Membiasakan” Kewajiban, Menghilangkan Beban


“Sesungguhnya salatku…hanya untukMu”

Berbuat kebajikan, melakukan hal positif dan menjalankan “sesuatu yang benar” menjadi pekerjaan mudah. Yupz!,mudah bangets. Tapi…..(loh, kok pake tapi…?) bagi mereka yang memiliki sikap bijak dan perilaku baik, yang tak pernah terbebani dan merasa berat saat melakukannya. Berbuat baik dan melakukan yang benar layaknya aktivitas minum dan makan, namun bagi sebagian lainnya…..ehmm….bagaikan paksaan untuk minum obat! beraaaat……. 😀 (termasuk saya nih, agak berat berbuat baik. Huehehehe…kalo Anda baca tulisan sebelum revisi ini, bukan bermaksud sombong, tapi tadi menulis pas ngantuks githu 😉 ).

Jika saya (pasti) merasa haus dan lapar saat melewatkan jam makan dan kurang minum, maka si orang baik akan merasa bersalah dan berdosa bila melewatkan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Saya pernah bertanya kepada salah satu “spiritual teacher” saya, yang doyan banget membaca. “Apa nggak pernah merasa bosen, tiap waktu kok baca buku?”

“Bosan? Nggak. Malah aneh dan muncul rasa bersalah kalau sehari saja tidak menambah halaman buku untuk dibaca?”

“Sama sekali ndak bosen?, lha dewi aja yang doyan ngemil kadang juga bosen loh…(maksudNa, karna kecapean ngemil terus….:D 😆 )” Baca lebih lanjut