Berdamai dengan Masa Lalu


“Jangan terlalu fokus dengan kesalahan masa lalu. Kalo kamu belum bisa menerima masa lalumu, bagaimana dengan orang lain?”

Itu adalah kalimat yang dilontarkan entah siapa namanya dalam film Caludia/Jasmine di tipi tadi malem (saia juga lupa tipi apa yach? klo ga salah seh RCTI. Lha wong emang gak ngikutin pilemnya dari awal). Ngomong-ngoming soal masa lalu, saia jadi inget shout out temen “sulitnya berdamai dengan masa lalu” (upz!, dont wori bi hepi, dirikyu tak akan menyebut namamu sobat tersayang….), yang ditulis di salah satu situs pertemanan.

gak usah diajak berdamai,
masa lalu tetap bagian dari perjalanan hidup…
mau ga mau, ia tetap ada, nyata…
senyata masa sekarang dan masa depan

Baca lebih lanjut

Rahasia dan Resolusi


Tak terasa, 2008 akan segera berakhir menyambut hari-hari baru di 2009. Beberapa tabloid dan majalah bahkan sudah mulai mengulas ramalan-ramalan yang (mungkin) terjadi tahun depan dengan mewawancarai para peramal dan ahli “apapun istilah sejenisnya” yang wajah mereka sering wira wiri di layar kaca, menawarkan solusi instans dan singkat seharga Rp 2000.
Hair stylist dan fashion designer juga  naik daun. Pendapat mereka tentang tren potongan rambut dan model busana tahun depan diburu untuk kemudian disajikan kepada pembaca. Topik tersebut diulas karena begitulah yang diharapkan dan  dibaca oleh masyarakat,  sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah orang-orang kurang pede.

Memasuki tahun baru yang ditanya kok si mama, ki bodo, atau  ki dan ki lainnya. Yang saya yakin, mereka sendiri nggak tahu tentang masa depan mereka dan apa yang akan mereka temui dan hadapi nanti.

Masa depan adalah rahasia.
Dan karena rahasia itulah ia menjadi tantangan dan misteri hidup yang menarik… Baca lebih lanjut

Masa Lalu & Cerita Penghubung


J : If the time could be turn back, what d u want to be change?
Mom : nothing
J : I mean, if u did a big mistake…that affects to ur life, d u want to change it?
Mom : No!
J : Why?
Mom : Coz I cant learn something If I didnt make a mistake

Kalo gak salah, githu tuh percakapan Jenna Rink dengan ibunya di pilem tadi malem, maklum deh kemampuan bahasa buleku belepotan bangetz. Lagian, nontonnya sambil berlinang air mata, uuuh…sentimentilku keluar dweh….
Sometimes, aku ngebayangin beberapa peristiwa masa lalu yang ingin aku ubah. “Seandainya waktu itu, gw ngelakuin X”. “Seandainya aku ambil keputusan A”, dan seandainya, seandainya lainnya…
“LOh, kalo aku ambil keputusan lain, berarti kejadian akan berubah. Aku akan mengalami peristiwa lain, dan tidak akan menjadi seperti sekarang”
a lesson learned.

**** Baca lebih lanjut

Lelaki (boleh) Menangis


Saat ini, seharusnya saya sudah keluar rumah menuju lokasi pertama planning hari ini. Cuman ada telpon masuk yang setelah salam langsung bilang “Im feeling blue”

“LOh, kenapa lagi seh? lagian feeling blue, always kan? 😀 “

“Gara2 kmaren. Aku kan…(en so on…ndak perlu ditulis di sini deh ya…)”

Kenapa saya ingin langsung menuliskannya di blog, karena dalam curhatnya, sobat saya sempat ngomong gini “Pas pulang dia gak pamit. Kayaknya dia nangis deh pas perjalanan ke rumah”

“HAH?! Nangis? cowok itu nangis?

“IYa…”

“Whew! how cute…duh Jeng, dalem tuh perasaannya. Tapppiii, dia bisa juga nangis yach…”

“Ya bisa lah” Baca lebih lanjut

Mestakung


Saat memiliki keinginan dan tekad yang kuat, sangat kuat, harus dicapai dan direalisasikan, otak dan anggota tubuh yang lain akan membantu. Otak memberikan dukungan terbesar dengan memerintahkan ke semua saraf agar bekerja optimal, di titik tertinggi.

Keinginan, otak, saraf, dan tubuh bekerja bersama-sama, bahu membahu, saling melengkapi untuk tercapainya tujuan… Baca lebih lanjut

Sukses Wawancara


2003 saya pernah mendapat tugas untuk mendatangi salah satu kantor bank sentral dan bertemu dengan pemimpinnya, menanyakan kebijakan  perlindungan nasabah yang baru disahkan. Usai mengucap salam dan dijawab dengan kerutan di kening, saya tak jua dipersilakan masuk, meski sudah memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud kedatangan saya kala itu.

Si bapak -sebut saja Pak DJ- sudah jelas enggan menerima saya 😦 . Tak patah semangat, saya tetap ngotot bertanya yang lagi-lagi dijawab dengan gelengan. “Saya tidak berwenang, itu kebijakan pusat. Tanyakan ke sana, kirim fax, telpon atau apalah”.

“Kebijakan pusat berarti kan satu kata tuh pak, sudah jelas maksudnya. Bapak tinggal ngejelasin aja :-)”

“Nggak mau” Baca lebih lanjut