Resensi N5M dan NS


Jangan meremehkan mimpi, walau setinggi apapun. Sungguh, Tuhan Maha Mendengar” [N5M]

Itu adalah status [atau note ya?] yang ditulis mas Fuadi di akun fesbuknya, Agustus lalu -kalo tidak salah. Banyak yang berkomentar, salah satunya saya. Komentar yang juga pengakuan kalo saya menangis setelah membaca kalimat itu. Swear ewer-ewer boom-boom, saya memang benar-benar menangis, sesenggukan, terharu, merasa tertampar, termotivasi, wes poko’e campur aduk dech.

Aneh ya?
Well, bagi sebagian [banyak] orang mungkin memang aneh. Tapi saya yang menurut beberapa teman termasuk sosok tegar [hallah!], memang gampang banget meneteskan air mata untuk hal-hal yang menyentuh. Termasuk kalimat itu.

Menyentuh?
Absolutely yupz! 😉 bagi saya. Ketika membacanya, saya sedang merasa hampa dan bosan dengan rutinitas *pernahkah kau merasa hatimu hampa…pernahkah kau merasa hatimu kosong…eh! lha kok jadi nyanyiin Hampa-nya Ungu :D. Kalimat itu terasa seperti baterai dan energi luar biasa yang mencoba me-recharge semangat saya untuk bangkit, kembali berani bermimpi, dan mewujudkannya.

Baca lebih lanjut

[mengkudeta] hati


heartAllah SWT menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk [fi ahsani taqwiim], dengan kombinasi otak yang mengatur semua kegiatan motorik dan hati yang menjadi pengendali serta kontrol untuk ego dan logika. Hati, tempat kita bertanya untuk beberapa hal yang terkadang tak bisa dianalisis, dimengerti, dan dijelaskan oleh logika.

Hati akan menjawab dengan jujur, apa adanya, menerangkan sejelas-jelasnya, semuanya, tak ada yang ditutup-tutupi, dikurangi, atau dilebihi.
Hati seringkali menjawab tanpa kita minta, menjelaskan meski tak kita butuhkan. Walau diabaikan, ia tetap teguh bertahan, menjadi kawan yang selalu mengingatkan.
Hati tak akan mengeluh, putus asa, atau menyerah untuk berkata jujur dan transparan. Sampai kapanpun, ia akan tetap sama sebagaimana diciptakan Yang Kuasa, sebagai segumpal darah yang mewakili keseluruhan sifat manusia.

Hatiku selalu memberitahuku tentang sesuatu, apakah itu baik atau buruk untukku. sering aku mendengar dan mematuhi anjurannya. walo tak jarang berdebat, bahkan menyangkal paparannya

kejujuran hati terkadang menyakitkan. kebenaran yang diungkapkannya menyedihkan, hingga ia ditinggalkan, sendirian, tak didengarkan..
beberapa hari lalu aku menyembunyikan hatiku dalam kotak besi, tertutup dengan rangkaian kunci kombinasi. lalu menaruhnya dalam laci tersembunyi, hingga tak seorangpun bisa mencari, apalagi menemui.
aku, aku melakukan kudeta. memberontak pada hati, melawan akal dan logika. tunduk pada perintah nafsu, menikmati ilusi palsu…
hatiku berteriak, aku diam
hatiku menjerit, aku bergeming
hatiku diam, aku kelabakan
hatiku pasrah, aku menangis berdarah-darah
menyadari semua khilaf dan salah…
ah…..


Old n Nu


new_year22Old en Nu.
Wah, sebentar lagi tahun berganti. Beberapa temen sudah mulai sibuk nyiapin acara buat pergantian tahun yang tinggal menghitung hari. Ada yang mo reunian bareng temen se-gengnya, ada yang mo ke Bali, ada yang pulkam, ada juga yang betah tinggal di rumah, nggak ngapa2in. ehmmm, akyu masih bingung….. 😦

Baca lebih lanjut

Rahasia dan Resolusi


Tak terasa, 2008 akan segera berakhir menyambut hari-hari baru di 2009. Beberapa tabloid dan majalah bahkan sudah mulai mengulas ramalan-ramalan yang (mungkin) terjadi tahun depan dengan mewawancarai para peramal dan ahli “apapun istilah sejenisnya” yang wajah mereka sering wira wiri di layar kaca, menawarkan solusi instans dan singkat seharga Rp 2000.
Hair stylist dan fashion designer juga  naik daun. Pendapat mereka tentang tren potongan rambut dan model busana tahun depan diburu untuk kemudian disajikan kepada pembaca. Topik tersebut diulas karena begitulah yang diharapkan dan  dibaca oleh masyarakat,  sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah orang-orang kurang pede.

Memasuki tahun baru yang ditanya kok si mama, ki bodo, atau  ki dan ki lainnya. Yang saya yakin, mereka sendiri nggak tahu tentang masa depan mereka dan apa yang akan mereka temui dan hadapi nanti.

Masa depan adalah rahasia.
Dan karena rahasia itulah ia menjadi tantangan dan misteri hidup yang menarik… Baca lebih lanjut

Idul Adha; Belajar Ikhlas


قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى


قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ


Saat onlen di YM tadi sore aku menuliskan “learning to sacrifice, Met Hari Raya Idul Adha”. Lalu ada seorang teman bertanya “Emangnya ente belajar berkorban apaan?”

“Ehmmm, aku nggak tau juga. Belajar berkorban apa, untuk apa, atau untuk siapa”

“Lah, trus why did u write the sentence?”

“Suka2 dunk. Lagian kan aku nulisnya sedang belajar tuh. Yang namanya belajar itu proses…”

“dari dulu kok prosessss……..”

” 😀 ”

*** Baca lebih lanjut

injury time


tadi seorang rekan menanyakan detil kontrak dengan salah satu perusahaan, padahal kontrak tertulis yang asli tidak ada di tanganku.
aku putuskan untuk membuka imel, membuka folder sent mencari file berisi tentang rekaman komunikasi dan negosiasiku dengannya. sebagian file itu masih ada, tapi yang membuatku  betah membuka folder adalah beberapa file masa lalu yang ternyata belum terhapus dan masih bertengger manis di  sana . aku buka, membacanya sembari tersenyum dan  mengingat ragam cerita yang pernah terjadi saat semua file tersebut ditulis, dikirimkan.

Baca lebih lanjut

Dana Penjaminan


moneyyyyySejak imbas krisis ekonomi global terasa di tanah air, ada kebijakan ‘menggembirakan’ yang diputuskan pemerintah, yaitu menaikkan dana penjaminan dari Rp 100 juta maksimal per nasabah, menjadi Rp 2 miliar per nasabah per bank. Kebijakan diambil agar tak terjadi rush karena ketakutan berlebih  dan kepercayaan nasabah kepada perbankan tetap terjaga. EHmm….such a great policy, tapi ternyata masih ada kalimat “syarat dan ketentuan berlaku” di belakang kebijakan tersebut. Baca lebih lanjut