Kenapa Harus Meminta (diberi) Kesempatan?


Dalam setiap diskusi, seminar, atau acara lain sejenis yang membahas tentang perempuan dan kesetaraan gender, selalu terlontar protes tentang minimnya kesempatan yang diberikan terhadap kaum saya ini. Mereka (baca: kami) terlalu sering menuntut untuk diberi kesempatan, agar dihargai, supaya dihormati dan tidak dilecehkan, hingga dapat bersanding sejajar dengan kaum pria.

Saat melontarkan protes, kami terlihat ‘sangar’ karena berani tampil di depan forum dengan semangat membara. Apalagi saat rekan-rekan lain mendukung dengan aplaus panjang atau teriakan setuju (walau mungkin mereka tak mengerti apa yang sudah disetujui), waah, semakin bangga rasanya. Baca lebih lanjut

Istana Kedua


Tanpa sengaja saya membaca iklan ucapan selamat atas terpilihnya Istana Kedua karya Asma Nadia sebagai buku (apaaa githu, saya lupa loh… 😉 ) dalam Islamic Book Fair di Kompas edisi minggu (2/3/08). Tadi malam, saat mampir ke Gramed saya pun langsung mencari buku itu. Terus terang, yang membuat saya tertarik hingga memutuskan untuk membeli adalah quote yang ditulis dalam iklan tersebut, yang ternyata adalah kutipan dari omongan Arini, salah satu tokoh dalam novel itu.

“Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”

Kalimat sederhana, halus, sekaligus menusuk.

istana-kedua.jpg