“Mahasiswa Saling Serang, Rumah Rektor Diserbu”


Mahasiswa Saling Serang, Rumah Rektor Diserbu

Jika anda membaca Jawa Pos hari ini (30/03/08), yupz!! judul tulisan saya adalah judul salah satu berita di halaman depan. Saya bukan pakar Bahasa Indonesia, juga jarang menjadi siswa dan mahasiswa teladan yang memperoleh nilai terbaik di mata pelajaran ini. Tapi saat merasa ‘tertipu’ usai membaca beritanya hingga tuntas, saya mencoba berpikir dan mereview ulang pengetahuan terbatas tentang bahasa Indonesia di memory otak saya yang juga terbatas Baca lebih lanjut

Guru Swasta Tak Layak Sertifikasi?


        Kuota Sertifikasi Guru dalam jabatan Kota Malang tahun 2008, sebanyak 1.180 guru. Dari total tersebut, sebanyak 1006 guru merupakan guru berstatus PNS, sedangkan sisanya 174 adalah guru swasta.

       Saya belum tahu pasti data total guru yang ada di Malang, dan komposisi PNS:Swasta. Meski demikian, rasanya perbandingan antara guru PNS dan swasta yang berkesempatan untuk mengikuti Sertifikasi Guru kuota tahun ini sangat njomplang. Saya jadi teringat keluhan salah satu guru yang mengikuti Seminar Peningkatan Profesionalisme Guru yang digelar di Balai Kota Malang, 16 Februari 2008, lalu.

        Guru tersebut, seorang perempuan berjilbab, yang sayang sekali saya lupa namanya, menyampaikan kekecewaannya atas selisih kuota guru PNS dan swasta yang dapat mengikuti sertifikasi. Bahkan kala itu, di depan Wali Kota Malang Peni Suparto, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr Shofwan M.Si, bu guru anggun tersebut menilai ada aksi ‘pilih kasih’ yang menganak emaskan guru PNS dan ‘menelantarkan’ guru swasta.

        “Padahal, dalam kuota 2007 lalu banyak guru swasta yang lulus penilaian portofolio tanpa harus mengikuti pelatihan. Karena sebenarnya potensi dan kemampuan guru swasta tak kalah atau bahkan mungkin tak sedikit yang lebih di atas guru PNS,” ucapnya.

        Malam tadi, saya menanyakan perbedaan guru PNS dan guru swasta tersebut kepada wartawan pendidikan yang menulis berita tersebut. Sayangnya, dia sendiri kurang mengetahui penyebabnya dan belum memiliki data lengkap tentang jumlah guru di Malang. “Besok Insya Allah sudah ada,” katanya.