Workshop Pendidikan


Setelah vakum menjelang Ramadan kemarin, akhirnya Nyiru Savira (NS) Consulting & Training bakal menggelar workshop lagi. Mengusung tema “Menciptakan Kelas Kreatif, Melahirkan Generasi Inovatif”, NS mencoba menghadirkan workshop yang menggabungkan dua materi dari Psikologi dan Manajemen Pendidikan.

Bertempat di Lantai 8 Gedung Telkom A.Yani 11 Malang, workshop insya Allah akan digelar 23 November 2008, mulai pukul 08.00 sampai selesai dengan dua pembicara, Yudi Suharsono, S.Psi, M.Si (Psikolog dan dosen UMM), serta Dr Sutirjo (Praktisi Pendidikan dan Ketua Fokus Guru Malang).  Informasi dan pendaftaran tentang pelaksanaan workshop bisa menghubungi Kiki di 0341-9029200, ato Hana (0341-5454800) 😀

Biaya Workshop:
Guru, Mahasiswa S2, dan Umum Rp 65.000
Mahasiswa S1 Rp 45.000

Hobi Kok Kolektor Sertifikat …


“Saya terlambat mendaftar. Bagaimana kalau tetap membayar normal, 100 persen. Saya tidak perlu diberi makalah dan fasilitas lain, cuma sertifikat saja, bisa kan?”

Penilaian Portofolio dalam Sertifikasi Guru menciptakan hobi baru bagi sebagian pendidik tanah air, kolektor sertifikat! 😦 . Memang tidak semua guru menjadi kolektor, tapi sangat banyak. Sertifikasi guru yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, sebagai jaminan kualitas pendidikan,. masih dipahami sebagai ajang pengumpulan poin. Semakin banyak angka diraih, kesempatan lolos yang berarti tambahan tunjangan satu kali gaji, semakin besar.

Seminar Peningkatan Profesionalisme Guru

Ada beberapa faktor yang dijadikan parameter penilaian profesionalisme, salah satunya adalah partisipasi guru dalam kegiatan ilmiah seperti seminar, diklat, workshop, semiloka, dan lain sebagainya. Keikutsertaan mereka, harus dibuktikan dengan sertifikat. Karena itulah, setiap akan mengikuti kegiatan pasti muncul pertanyaan “Apa kita akan mendapat sertifikat?”.

Mengusir bosan dan capek.... Baca lebih lanjut

Poin Masa Mengajar Guru Dinaikkan


Sertifikasi Guru

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) mulai menetapkan aturan baru bagi peserta Sertifikasi Guru. Mereka yang dinyatakan lolos harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Nah, guru yang masuk kuota, namun belum memiliki NUPTK, tidak bisa didaftarkan untuk mengikuti sertifikasi.

Tidak hanya itu, peserta sertifikasi harus murni sesuai dengan ketentuan kuota di tiap jenjang pengajaran Dinas Pendidikan di kabupaten atau kota bersangkutan. Karena itu, tak ada lagi limpahan kuota dari jenjang SD ke SMP, atau ke SMA, karena banyaknya guru SD yang belum siap untuk ikut sertifikasi. Jadiiii, kuota tersebut akan hangus!. Sayaang kan?!

Selain dua aturan baru tersebut, LPMP juga menaikkan skor atau poin dari masa kerja guru. Misalnya, untuk guru dengan masa kerja di atas 25 tahun akan diberi skor 190, naik 30 angka dari poin awal yang 160. Lumayan kan? Baca lebih lanjut

Guru Swasta Tak Layak Sertifikasi?


        Kuota Sertifikasi Guru dalam jabatan Kota Malang tahun 2008, sebanyak 1.180 guru. Dari total tersebut, sebanyak 1006 guru merupakan guru berstatus PNS, sedangkan sisanya 174 adalah guru swasta.

       Saya belum tahu pasti data total guru yang ada di Malang, dan komposisi PNS:Swasta. Meski demikian, rasanya perbandingan antara guru PNS dan swasta yang berkesempatan untuk mengikuti Sertifikasi Guru kuota tahun ini sangat njomplang. Saya jadi teringat keluhan salah satu guru yang mengikuti Seminar Peningkatan Profesionalisme Guru yang digelar di Balai Kota Malang, 16 Februari 2008, lalu.

        Guru tersebut, seorang perempuan berjilbab, yang sayang sekali saya lupa namanya, menyampaikan kekecewaannya atas selisih kuota guru PNS dan swasta yang dapat mengikuti sertifikasi. Bahkan kala itu, di depan Wali Kota Malang Peni Suparto, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr Shofwan M.Si, bu guru anggun tersebut menilai ada aksi ‘pilih kasih’ yang menganak emaskan guru PNS dan ‘menelantarkan’ guru swasta.

        “Padahal, dalam kuota 2007 lalu banyak guru swasta yang lulus penilaian portofolio tanpa harus mengikuti pelatihan. Karena sebenarnya potensi dan kemampuan guru swasta tak kalah atau bahkan mungkin tak sedikit yang lebih di atas guru PNS,” ucapnya.

        Malam tadi, saya menanyakan perbedaan guru PNS dan guru swasta tersebut kepada wartawan pendidikan yang menulis berita tersebut. Sayangnya, dia sendiri kurang mengetahui penyebabnya dan belum memiliki data lengkap tentang jumlah guru di Malang. “Besok Insya Allah sudah ada,” katanya.

 

 

Semiloka Regional Peningkatan Profesionalisme Guru


Harian Pagi Malang Post bekerjasama dengan Pemkab Malang akan menggelar Semiloka Regional Peningkatan Profesionalisme Guru, dengan tema “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah”, 15 Maret 2008 di Gedung DPRD Kepanjen Malang, Pukul 08.00-selesai. 

Dibuka/dihadiri oleh : Sekdaprov Dr Soekarwo/ Kepala Dinas P & K Prov, Dr Rasiyo. 

Pemateri: Dr H Dwi Agus Sujimat, Dr Sutirjo, Husnun N Djuraid.  

Informasi & Pendaftaran, Malang Post Jalan Sriwijaya 1-9 Malang, 0341-340081-2, Hana 0341-7744420