Ujian Nasional


Beberapa minggu terakhir muncul isu dan wacana Ujian Nasional (UN) dimajukan sebelum pelaksanaan Pemilu legislatif April 2009, atau diundur sesudahnya. Wacana ini santer didengungkan di seantero penjuru tanah air (whew!!), hingga membuat beberapa sekolah kalang kabut dan sebagian di antaranya memutuskan untuk memampatkan materi pelajaran anak didik. Alasannya, supaya siswa siap mengikuti UN dan nilai mereka tidak anjlok. Bayangkan,  Anda terbiasa makan dua hingga tiga kali sehari atau 14 sampai 21 kali seminggu, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, Anda harus menambah jatah makan dari tiga kali sehari menjadi empat atau lima kali. Apa yang Anda rasakan?! Baca lebih lanjut

Subsidi Siswa SMK


Rp 50 Ribu Per Siswa

        Siswa kelas tiga SMK negeri maupun swasta yang hendak mengikuti Ujian Nasional dan Ujian Kompetensi dapat sedikit berlega hati. Mulai tahun ini mereka mendapat subsidi Rp 50 ribu dari pemerintah, untuk digunakan sebagai tambahan ‘modal’ ujian kompetensi yang selalu menghabiskan dana besar.

            Saat semua harga kebutuhan naik, Rp 50 ribu memang tak terlalu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Apalagi dana yang dibutuhkan siswa SMK untuk ujian kompetensi jelas tak sedikit. Khusus untuk siswa jurusan Tata Busana misalnya, mereka harus mendesain baju, mencari dan membeli bahan, sekaligus ‘membooking’ model untuk memeragakan kreasinya di ats panggung. Setiap ujian kompetensi jurusan Tata Busana, seringkali selalu dihelat dalam suasana glamor bak fashion show asli.

           Meskipun sedikit, paling tidak subsidi tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap generasi muda bangsa ini.