Feeds:
Tulisan
Komentar

aku belum membaca novel Ketika Cinta Bertasbih [meski memilikinya], bahkan film pertamanya Ayat-ayat Cinta tak ingin aku tonton. Tapi beberapa hari lalu akhirnya nonton juga KCB [bersama M-Teens Crew sekaligus nemenin mereka liputan], spontan aku mengatakan ‘lebih bagus’ dari AAC. Loh kok bisa? huehehehe… dasar! Ini nih ciri khas orang kita, seringkali melakukan judgement padahal belum tahu detilnya [baca: detilfilm dari penulis yang sama hasil besutan Hanung Bramantyo itu].

kenapa aku katakan bagus?
karena film ini mengajari anak muda agar mau dan tak malu berwirausaha melalui tokoh Azam yang menjadi entrepreneur demi membiayai kuliahnya.
sebab film ini menunjukkan betapa indah persahabatan dan persaudaraan dengan saudara lintas suku yang tersebar di negeri kita tercinta.
karena film ini mengajak kita belajar bagaimana seharusnya bersikap ikhlas dan mencintai dengan tulus.
sebab ada scene duta besar yang doyan ikan bakar, secara dirikyu penggemar ikan [apapun] yang dibakar ;)
film ini bagus karena bahasa Arabnya nggak kayak sinetron Muslimah hwehehehe….
karena ada dialog “saya ingin seperti Fatimah, puteri kanjeng Nabi yang selama hidupnya tak pernah dipoligami oleh Ali bin Abi Thalib” dalam kilas iklan film ini di TV.
layak untuk ditonton saat punya waktu senggang karena melalui tokoh Ana, KCB mengajak perempuan untuk terus gigih menuntut ilmu, tidak mau kalah saing dengan kaum pria,  namun tetap menyadari kodratnya sebagai sosok lembut yang kehadirannya menyempurnakan kelahiran Adam. mengutip kalimat indah dari seseorang,  Kelembutan wanita menjadikan hidup semakin indah dan berarti, tanpa itu semua hidup menjadi kematian awal. That’s why, wanita menjadi ‘ruh’ yg menghembuskan nafas kehidupan bagi kaum Adam”.  semoga dewi yang ini juga bisa menjadi althafunisa, amiin ;)

walopun ada pertanyaan tambahan kepadaku mengiringi kalimat tadi,  “memang cinta bisa bertasbih?”

bisa aja…
karena cinta,
membuat kita semakin dekat kepadaNya,
selalu teringat akanNya,
tak berhenti menyebut namaNya, tak akan berpaling….
cinta membuat kita dengan yang tercinta semakin mencintai Dia pemilik cinta tertinggi…

@LOcaRi sambil berusaha memupuk konsentrasi untuk tetap fokus pada niat, bismillah ^o^

Aku Salah, Maafkan…

kepadamu perempuan yang belum pernah kubertatap muka…
kumohon selaksa  ampunan
sejumput pengertian
untuk sekejap kisah dalam  impian

kepadamu perempuan yang tak tahu harus kusapa dengan kata apa…
aku berharap akan berjumpa dalam suasana berbeda
berbagi ide dan tawa
bercerita mimpi-mimpi menjemput bahagia

kepadamu perempuan yang hanya kudengar lewat nama
tulisanku bukan kata tanpa makna
ia ada senyata rasa
demi kata maaf untukku bisa menumbuhkan lagi sebuah asa

@LOcaRi, 10.10 AM

Menutup Buku Lama

sad ending. aku paling tak suka dengan cerita yang berakhir sedih, karena dipastikan akan menguras persediaan air mataku. terus menetes, jatuh, deras, habis. Kisah sedihnya tak hanya mempengaruhiku sesaat setelah membaca, tapi berhari-hari sesudahnya. Bisa dipastikan aku langsung menangis ketika teringat akhir yang kurang bahagia itu, euh!.

Biasanya aku tak mau membaca buku yang menyuguhkan kesedihan dan air mata sebagai jualan utamanya, namun kali ini berbeda, aku mengikuti seluruh alurnya, sejak mula, sedetil-detilnya. Aku tenggelam dalam cerita cinta sajiannya yang bak melodrama India, eits! bukan ding, karena sesedih apapun cerita dari India pasti berakhir bahagia, tentu saja setelah para pemainnya menari sambil menyanyi bersama di taman, di jalan, atau bahkan di atas gedung.

Buku yang aku baca kali ini sungguh amat sangat berbeda. Tak ada alur sistematis dalam ceritanya, sama sekali tak terstruktur, berantakan, tapi karena itulah kisahnya menjadi indah. Tak hanya indah, juga menyuguhkan ketegangan ala roller coaster, sesekali mengajakku tertawa dan teriak gembira, meski didominasi jerit ketegangan penuh rasa takut dan khawatir.  Aku sempat memutuskan untuk menutup buku itu, cerita sedihnya membuatku menangis berdarah-darah, bersedih melebihi kesedihan sang tokoh utama. Aku menyudahi membaca meski belum sampai di halaman terakhir. dan aku bisa.

Hingga beberapa bulan terakhir buku itu terasa memanggilku, memintaku untuk kembali membuka, membaca, mencari dan mengambil pelajaran dari apa yang sudah disiapkannya untukku. Aku tak kuasa, dan meneruskan penjelajahanku di halaman demi halaman yang tersisa. Penasaran. Ya, aku terbiasa menyelesaikan bacaan dan aktivitasku hingga akhir, selesai, finish. Lumayan, ada beberapa cerita menyenangkan yang membuatku ikut tersenyum bahagia, tertawa jenaka, hingga meringis kecut akibat kisah dramatis yang dibungkus apik di setiap scenenya.

dan Alhamdulillah, setelah tertunda sekian lama, malam ini aku menyelesaikannya hingga halaman terakhir.  Aku bisa menutup buku itu dan menyimpannya. Cukup aneh, kali ini aku tidak menangis, bahkan tak muncul rasa sedih. Mungkin karena air mata dan kesedihanku sudah habis saat membaca buku itu hingga bab pertengahan beberapa waktu lalu. Aku tak sedih apalagi menangis sebab sudah bisa memprediksi ending bagaimana yang akan aku temui di akhir bab.

Aku juga tak menyesal meluangkan waktu hanya untuk membaca buku ber-sad ending ini karena ya, ada banyak pelajaran yang bisa aku ambil, untuk diriku lebih baik nanti. amin.

Aku tak menangis, karena seorang teman sudah menjanjikan memberiku buku baru. Buku yang ia sendiri belum tahu kisah akhirnya.

“Kayaknya hepi ending,” katanya

“Tapi gimana klo sad ending,” tanyaku

“Jang berprasangka buruk dulu. Sampulnya aja bagus, sinopsisnya keren, masak berakhir sedih,” ucapnya lagi.

“Yaa….yang namanya akhir itu kan ndak liat sampul dan permulaan. sampul bagus, bisa akhirannya mendayu-dayu mellow melebih aliran dangdut,” bantahku tak mau kalah.

“Ah, dari pada debat nggak jelas, kita baca bareng aja dech. Kalo ada yang sedih kan bisa saling menghibur, menguatkan,” katanya tegas.

“Hayuuuk….sapa takut,” kataku bersemangat sambil berdoa dalam hati, semoga akhir dari kisah kali ini benar-benar berbeda dari  sebelumnya, amiin ;) ^o^


@Locari, menjelang tidur…
15, Juni, 2009, 22.15 WIB


uh, uh… DD [dunia dewi :D ] maapin daku ya…
sebagai orang yang ngaku demen nulis, beberapa hari [untuk tidak mengatakan berminggu-minggu] aku absen dari aktivitas menulis di sini, mengisi lembaran dan halaman dengan ragam peristiwa, momen, dan kenangan yang terlalu berharga untuk sekadar disimpan sendiri. meski aku juga tak tau, apakah setiap detik yang aku tulis dirasa cukup berharga sebagai sesuatu untuk dibagi. ah, whatever lah, pasti ada seseorang, dua orang, tiga, atau bahkan lebih [maksa nih] yang terinspirasi [euuuh, gakayu rek..menginspirasi he3...] dan semoga mendapat manfaat, amiiin ;) Lanjut Baca »

Kartini dan Tren Buku Wajah

Seorang ibu, menjelang 50 tahun, berwajah cantik, berkulit mulus dan putih, membuat karyawan di sebuah klinik kecantikan langganan saya kebingungan dengan pertanyaannya yang aneh, “Apa klinik tersebut punya koleksi ‘buku wajah’ yang saat ini banyak diperbincangkan orang”.

“Siapa penulisnya? Gusnaldi ya Bu?,” tanya karyawan perempuan berusia sekitar 22 tahun tersebut. Gusnaldi adalah make up artist ternama yang beberapa kali meluncurkan buku panduan kecantikan, Dewi Sandra adalah salah satu yang menjadi cover bukunya.

Lanjut Baca »

[mengkudeta] hati

heartAllah SWT menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk [fi ahsani taqwiim], dengan kombinasi otak yang mengatur semua kegiatan motorik dan hati yang menjadi pengendali serta kontrol untuk ego dan logika. Hati, tempat kita bertanya untuk beberapa hal yang terkadang tak bisa dianalisis, dimengerti, dan dijelaskan oleh logika.

Hati akan menjawab dengan jujur, apa adanya, menerangkan sejelas-jelasnya, semuanya, tak ada yang ditutup-tutupi, dikurangi, atau dilebihi.
Hati seringkali menjawab tanpa kita minta, menjelaskan meski tak kita butuhkan. Walau diabaikan, ia tetap teguh bertahan, menjadi kawan yang selalu mengingatkan.
Hati tak akan mengeluh, putus asa, atau menyerah untuk berkata jujur dan transparan. Sampai kapanpun, ia akan tetap sama sebagaimana diciptakan Yang Kuasa, sebagai segumpal darah yang mewakili keseluruhan sifat manusia.

Hatiku selalu memberitahuku tentang sesuatu, apakah itu baik atau buruk untukku. sering aku mendengar dan mematuhi anjurannya. walo tak jarang berdebat, bahkan menyangkal paparannya

kejujuran hati terkadang menyakitkan. kebenaran yang diungkapkannya menyedihkan, hingga ia ditinggalkan, sendirian, tak didengarkan..
beberapa hari lalu aku menyembunyikan hatiku dalam kotak besi, tertutup dengan rangkaian kunci kombinasi. lalu menaruhnya dalam laci tersembunyi, hingga tak seorangpun bisa mencari, apalagi menemui.
aku, aku melakukan kudeta. memberontak pada hati, melawan akal dan logika. tunduk pada perintah nafsu, menikmati ilusi palsu…
hatiku berteriak, aku diam
hatiku menjerit, aku bergeming
hatiku diam, aku kelabakan
hatiku pasrah, aku menangis berdarah-darah
menyadari semua khilaf dan salah…
ah…..


pernahkah  kamu mendustai hati
mengkhianati rasa cinta
menghilangkan, tak mau mengakui keberadaannya?
aku pernah.

itu dulu, saat cinta terasa seperti beban
kala sayang terlihat bagai tekanan
aku mengingkarinya
tak mau mengakui, apalagi mengingat
bahkan sedetik dalam mimpi

tapi tahukah kamu?
cinta tak akan pernah berhenti memberi
cinta tak akan pernah lelah mencintai
tak akan putus asa mengasihi
meski tak diakui, ia akan selalu hadir untuk menyadarkan hati

itu, itu yang dilakukan cintaku
beribu kali aku menolaknya
sejuta kali ia memberi
semakin aku tolak, semakin ia mencintai, lebih…

ah, aku tak bisa menghindar lagi
untuk bertemu dengannya
bernostalgia
sembari merenda kisah dan kasih masa depan

[eh, ini nich cintaku....pondok yang membesarkanku, yang keberadaannya akan selalu ada di hati dan sanubariku...]

hunny-aisyah21


malaikatku yang rupawan

ia datang saat aku membutuhkan
malaikat rupawan dengan sikap santun menawan
menyelipkan sebait doa sembari meyakinkan
Tuhan selalu mendengarkan  segala keluhan
pengharapan dan permohonan

kepadaku ia mengatakan
matahari boleh tenggelam, bulan menyerah dengan hadirnya siang
para hamba yang mudah lelah dengan banyaknya permintaan
namun Sang Raja tak akan pernah bosan, selalu ada dan siap mengabulkan
dengan titah tunggalNya kun fayakun,
yang tak dimiliki dan bisa disamai oleh siapapun
karena huwa robbun laisa kamitslihi syaiun

ia, malaikatku yang rupawan
selalu mengingatkan dan berbagi kebaikan
mungkinkah itu jawaban yang selama ini kuabaikan?

Tuhanku yang laisa kamitslaka syaiun
mataku tertutup bagaikan rabun
telingaku tak berfungsi terus mendengung
hidungku buntu tak bisa mencium
indra perasaku lumpuh tak mampu mendeteksi
aku hidup tapi seperti orang mati
hanya kepadaMu aku kembali
memohon ampunan sekaligus simpati
jawaban dan petunjuk pasti

ia malaikatku yang rupawan
kusembunyikan pesan kebajikannya dalam laci terdalam
demi mencuri waktu untuk bersenang-senang bersama iblis yang jahanam

engkau, malaikatku yang rupawan
terus bersamaku jangan pernah bosan
menungguku, menjagaku, menghalau iblis dan semua godaan

@locari, 31/3/9-09.00


hukumanku

malam menghukumku
menarik pelukan hangatnya
mimpi menghukumku
dengan teror neraka buatannya
pagi menghukumku
lewat dingin dan sikap acuhnya
matahari menghukumku
menusuk dengan panas cahayanya
tanah menghukumku
membiarkan kerikil tajam menyebar seenaknya
sore menghukumku
menghilangkan sinar lembayung sang surya
bahkan bintang dan bulan pun menghukumku
tak menyembulkan elok parasnya
bagaimana jika Engkau menghukumku
sanggupkah aku menghadapinya?



Locari, 31/3/9-08.30

si pendosa

jutaaan kilo debu, kotor
ribuan ton dosa, berat
dibutuhkan berapa juta liter air untuk membersihkannya?
brapa ratus ribu ton pahala dan kebajikan untuk menghapuskannya?
berapa ribu tahun harus hidup untuk mengumpulkannya?
tak ada yang bisa menjawabnya
bahkan Sang Kekasih pun bungkam, diam seribu bahasa
kecewa untuk apa yang telah kuperbuat
lalu bagaimana aku bisa menanggungkannya?

locari, 31/3/9- 07.55

malaikat datang dan aku mengusirnya
iblis menggoda aku menampungnya
mengikuti semua gerak iramanya
masuk, terpana, aku terlena
masihkah aku memiliki muka untuk bertemu denganNya?
bahkan melirikpun aku tak kuasa

locari, 31/3/9-07.45

aku surga aku neraka

aku surga aku neraka
aku malaikat aku setan pemikat
menumpuk pahala mengejar dosa
menebar kebajikan bergelimang maksiat

ia surgaku dan nerakaku
guruku, musuhku
obat dahagaku sekaligus racun yang mematikanku
ia menghidupkanku sembari membunuhku
pelan

locari 31/3/9-07.00

MLM Pesantren

Berapa banyak jenis multi level marketing [MLM] yang Anda ketahui?. Saya, insya Allah sudah bergabung dengan sekitar lima MLM atau lebih. Mulai dari Amway, High Desert, Melilea, hingga MLM yang namanya pun saya sudah lupa. Biasanya, saya “terpaksa” bergabung karena terlalu bosan dengan ajakan teman yang terus menerus merayu, sambil tak putus asa menunjukkan iming-iming income besar.
Innama-l-a’maalu binniyah memang benar adanya. Niatnya hanya ikut-ikutan dan agar si teman tak merecoki lagi, maka itulah yang saya dapat. Sejak bergabung, teman saya tak lagi datang dengan segala macam penjelasan dan rayuan mautnya, hidup kembali tenang. Tapi jangan tanya keuntungan bisnis, sebab saya memang tak menjalankannya sama sekali. Starter kit, brosur, dan kuitansi dari MLM tersebut masih tersimpan rapi di lemari, bersama beberapa dokumen lain, yang entah penting atau tidak. Yang jelas, masuk kategori barang yang dibuang sayang, entah sampai kapan.
Lanjut Baca »

Krisis ekonomi global [akhirnya]  berimbas juga pada dunia bisnis di Malang. Perusahaan -sekala kecil dan besar-  mulai mengencangkan ikat pinggang, efisiensi, dan tak sedikit yang melakukan rasionalisasi. Jumlah karyawan yang dirumahkan memang tak sebesar pekerja yang di-PHK di Jawa Barat maupun luar Jawa, tempat sebagian besar perusahaan joint venture dan perusahaan orientasi ekspor berada. Tapi tetap saja, kehilangan pekerjaan menjadi masalah tersendiri bagi karyawan bersangkutan dan keluarganya.  Dan jika dirunut lebih lanjut, juga berpengaruh dan menjadi problem bagi masyarakat lain yang masuk dalam lingkaran dan mata rantai ekonomi.

Lanjut Baca »

apa sih bahagia ?
apa sih sedih?
bagaimana bisa membedakan kebahagiaan dengan kesedihan?

kita bisa merasakan nikmat bahagia karena pernah merasa sedih
tak akan ada kata bahagia, bila tak ada sedih
percayalah, selalu ada senyum sesudah tangis
[dan] jika Tuhan memberikan tangis saat ini, mungkin karena sebelumnya kita terlalu sering tertawa sehingga nikmat tawa menjadi hambar, tanpa rasa

Dia ingin kita merasa, mampu merasa, tak sekadar merasa bisa merasa…

==> komenkyu di fesbuk

Tulisan Sebelumnya »