Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Berkawan dengan Emosi

Ok, saya minta maaf. Maaf beribu maaf karena tidak bisa menepati janji untuk menulis aktif di blog ini dalam setahun kemarin. Oh, Anda merasa tidak pernah mendengar janji saya tersebut? Ya iyalah! karena saya memang tidak pernah berjanji kepada Anda atau siapapun di luar sana kecuali kepada saya sendiri.

Tidak perlu mengurai alasan #panjang kali lebar sama dengan luas# karena akan selalu saja ada yang bisa dijadikan kambing hitam, kenapa saya enggan menulis di rumah kecil ini, kemarin. Padahal nich, ada banyak cerita, kisah atau apapun namanya yang bisa ditulis loh. Ah sudahlah, 2011 sudah berlalu.

Berkawan dengan Emosi

Ada apa dengan emosi? kenapa harus berkawan dengan emosi? apa saya sedang emosi? yes, Iam!.

Lanjut Baca »

Katanya…

Katanya.
”Eh, kata si fulan, data-data undangan ada sama kamu ya?”.
”Saya boleh minta nama-nama anggota. Katanya ada sama sampean”
”Oia, katanya kamu yang simpan berkas-berkasnya?”.

Fiuh!, katanya-katanya-katanya. Satu kata yang diucapkan oleh banyak orang dalam waktu hampir bersamaan. Mendengarnya bikin tensi naik, esmosi tumpah, dan pengin menelan hidup-hidup orang yang barusan ngomong “katanya” #lebaaaayy :D . Untung saya lagi dapat diskon gak puasa, jadi kalopun sebel, nggak mbatalin puasa dech #pembenaran aja, haha.

Oke, lanjut!. “katanya” memang dpat menjadi pembenar, penguat dalil (paling gampang) untuk sebuah data yang akurasinya masih dipertanyakan.
Kenapa dipertanyakan? Sebab kita tidak tahu (nya) sesudah kata itu kembali ke siapa. Apakah (nya) yang berkata tersebut mempunyai kredibilitas yang bisa dipertanggung jawabkan atau tidak. Ataukah si (nya) hanya asal berkata untuk melepas tanggung jawab yang sebenarnya ada padanya, atau (lagi) ia sekadar berucap sambil lalu tanpa menyadari perkataannya mempunyai efek besar yang merugikan orang lain.

Parahnya, (nya) biasa berkata kepada orang lain, baik perorangan atau dalam forum saat subyek yang menjadi topik pembicaraan tidak ada di sana, sehingga tidak ada tahapan konfirmasi dan klarifikasi. Orang yang mendengar (nya) menerima mentah-mentah apa yang dikatakan, dan dengan pongah serta gegabah melanjutkan perkataan (nya) kepada subyek yang (unfortunately) tidak tahu menahu topik pembicaraan sebenarnya. #stop, bernapas dulu… :D

Kita, tanpa disadari, seringkali bersembunyi di balik “katanya” dan sudah merasa benar untuk kemudian menyalahkan orang lain. Bahkan, ketika mendengar penjelasan pun tetap keukeuh bertahan pada dalil “katanya” tersebut. Swear puyeng juga ngomong sama orang yang sedikit2 mengucap “katanya…”.

#edisi curcol abeeeessss :D

menulis = mengajarkan kepekaan

Menulis tidak sekadar mendokumentasikan peristiwa, ide, rasa, asa, dan menjadikannya sebagai jejak sejarah. Menulis, mengajar dan mengasah kepekaan dalam menyikapi setiap momen yang terjadi di sekitar kita. Menulis, menuntut kita untuk dapat merasakan sesuatu yang tidak tampak di balik peristiwa.
Hohoho, ternyata begitu lama saya tidak menulis di blog ini. Selama itu pula sepertinya saya menjadi kurang ‘peka’ dan egois. Bahkan yang paling parah, menjadi sulit untuk berbagi dan mengurai ide serta rasa yang sering kali muncul (namun segera dibinasa-kan) :D .
Ok, resolusi Ramadhan saya kali ini adalah memanggil kembali si peka, mendudukkannya dalam posisi semestinya dalam hati nurani, memupuknya dan berharap ia terus bertumbuh, menetap. #semangat yakin bisa nich.
Sebagai langkah awal, saya memaksa diri untuk kembali menulis dan berbagi sembari berharap si peka tak harus membutuhkan waktu lama untuk menempati rumahnya, lagi. #berharapbanget, swear ewer2 boom2…

Instruktur Siatsu

JIka rekan-rekan yang mampir di blog ini, tahu tentang instruktur siatsu di Malang dan sekitarnya. Mohon dong dikasih tahu contact personnya. Terima kasih :)

Kru M-Teens Familia^^

narseees :)

bareng kru, fotografer, lay outer M-Teens dan Familia…^^

…tentang perempuan…

Minggu lalu (8/5/2011) saya bertemu dengan seorang perempuan, yang sejak pertengahan tahun lalu tak pernah bertatap muka langsung dengannya. Sungguh kaget melihat wajahnya, aneh, tak terlihat aura wibawanya seperti biasa, tanpa senyum, hingga membuat wajahnya bagaikan topeng belaka.

“Eh, lama nggak ketemu ya,” katanya.

Kami pun bercipika-cipiki. Formalitas semata. sepertinya.

Kasihan. Hanya kata itulah yang mewakili perasaan saya kala melihatnya. Kasihan dengan jalan yang harus ditempuhnya demi mewujudkan ambisi kekuasaan yang entah akan diraih ataukah malah melayang jauh dari genggaman.

***
Saya berbincang dengan seorang teman, mengungkapkan kisah pertemuan itu dan tentang kekagetan saya kala melihat perempuan yang biasa saya panggil dengan “Bu” itu.
“Bukan cuma kamu yang kaget, aku juga. Bahkan sering bertanya kepada orang lain, demi memastikan apakah yang aku lihat adalah perempuan yang aku kenal sebelumnya”. Kata teman saya. 

***

Hampir semua, sebagian besar perempuan pengin terlihat dan tampil cantik. Saya juga :) .
Tapi, cantik yang tanpa perlu operasi dan suntik menyuntik.
Saya berharap, suatu hari nanti, perempuan itu kembali ke wajah aslinya, dengan senyum khasnya seperti biasa. semoga.

rindu tak tertahan

merindukan rumah itu
yang memiliki banyak pintu…

…kembali…^^

Ternyata, cukup lama juga saya meninggalkan rumah kecil ini. Rumah yang di dalamnya banyak menyimpan cerita dan kisah yang mewarnai perjalanan hidup saya. Sebagai pengalaman, menjadi pelajaran yang sarat akan makna.

Eh, sekalinya mampir lha kok ya menjelang tutup tahun 2010, tahun yang memberikan banyak pengalaman (super duper) luar biasa. Dan tentu saja, sudah ada berjuta rencana tulisan yang ingin saya tulis di sini. Semoga memang bisa terealisasi untuk segera ditulis dan tidak sekadar mengendap dalam angan saja, insya Allah.

Oh, Ada Murid Kentut!

Jika Anda seorang guru, apa yang akan Anda lakukan saat ada seorang murid kentut di kelas, dengan suara super duper keras pula?. Duuud brooottt… :D

Muka memerah, mengamuk marah, lalu berceramah mengenai etika dan lain sebagainya. Berkhutbah bagaimana seharusnya sikap seorang murid di dalam kelas,  hingga tentang adab dan sopan santun ketimuran yang harus dijunjung tinggi, atau menyuruh murid tersebut keluar kelas dan memberinya hukuman?. Mungkin ya (melakukan semua yang saya sebutkan tadi), mungkin juga tidak.

Creative. Ahmad Dahlan adalah contoh  pendidik yang kreatif. Saat dia mengajar dan ada murid  kentut di dalam kelas, ia tidak serta merta marah atau meminta murid bersangkutan meminta maaf. Ia malah bercerita tentang betapa nikmatnya seseorang bisa kentut. Karena kentut adalah anugerah Tuhan yang sungguh luar biasa, bukti kecintaanNya kepada manusia dan salah satu wujud karunia yang harus disyukuri.

“Kita harus bersyukur bisa kentut. Coba bayangkan tubuh manusia seperti balon tanpa lubang untuk mengeluarkan gas. Balon tersebut terus diisi dengan udara, dipompa terus, lagi dan lagi hingga menggelembung dan akhirnya duarrrr, pecah!. Tapi Tuhan sayang dengan manusia hingga memberinya lubang untuk kentut, makanya, sebagai rasa syukur kita harus berucap. . .”

“Alhamdulillah”, jawab seluruh murid.

Think Fast. Untuk menjadi kreatif, seorang pendidik harus bisa berpikir cepat, mencari ide pengembangan (pembelajaran) dari stimulan yang muncul di dalam kelas. Jika contoh (stimulan) dalam film Sang Pencerah besutan Hanung Bramantyo tersebut tentang murid yang kentut, maka ada bermacam peristiwa yang bisa kita temui dalam kelas sehari-hari.  Anda, para pendidik, harus bisa menyikapinya dengan dewasa (dan tentu saja kreatif).^^


at OLLino GarDEN hotEL ^^

Janji Kencan Malam Jumat ^^

Tuhan Allahku, ampuni hamba  meluangkan waktu untuk ngeblog dulu sebelum menghadapMu…
Sekali lagi maaf. Bukan menyepelekan atau melupakan kalo malam ini adalah malam istimewa saat Engkau menurunkan Alquran kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Hamba ingat, lha wong hampir semua status di fesbuk menuliskan betapa malam 17 Ramadhan kali ini istimewa karena bertepatan dengan malam Jumat kok. Kebangeten kalo sampai lupa, kecuali sengaja melupakannya, pura-pura lupa, atau memang tak acuh. Ah, tapi Engkau tau kan, aku bukan orang yang acuh kecuali saat acuh memang benar-benar dibutuhkan. Ow! maaf lagi, Engkau tak pernah mengajarkan dan meminta hamba-hambaMu untuk bersikap acuh. Aku salah untuk yang terakhir tadi.

Lanjut Baca »

Doa (Harus) Baik

Aku tertegun, mencoba mengingat lirik doa yang selalu aku panjatkan kepadaNya. Sudah baik, bagus dan sesuaikah, atau terselip kata dan kalimat keluhan, hujatan, sumpah serapah kepada orang lain.

Oh, jika iya (dan pernah berdoa seperti itu), alangkah naifnya aku. Memohon kepada Yang Maha Pengasih untuk mendhalimi hambaNya terkasih. Tentu Dia tak pernah mau dan tak akan mungkin mengabulkan doa-doa ‘jahat’ itu. Meski beribu kali terucap.

***

Materi pengajian di Masjid Agung Jami Kota Malang pagi ini (Minggu, 14/8) membahas tentang 9 hal yang disunnahkan untuk dilakukan para tamu Allah di Makkah. Oh, sembilan? jika tak salah, tentu benar. Karena saya datang terlambat dan baru bergabung dengan majelis 35 menit sebelum pengajian dua jam yang dibawakan KH Baidowi Muslich tersebut berakhir. Itupun setelah Ustadz Udi mengingatkan via SMS “Bagaimana, apa jadi ke masjid Jami? Kalau tdk sempat ya dengarkan radio 99,8 FM saja”.

Lanjut Baca »

Ramadhan [Kali Ini...]

aku pernah menganggap Ramadhan biasa-biasa saja,
tak berbeda dengan bulan lainnya
pernah juga berbuat dosa, disengaja.
padahal (katanya) setan sedang tak ada, menikmati penjara dan puasa menggoda. atau sebenarnya ia kian giat bekerja?
merayu, menyapa, mendekat pada siapa saja yang sok menghamba hanya di luar saja. entahlah.
ia (Ramadhan) datang dan pergi dengan makna dan hikmah yang sama, datang-pergi, begitu saja.
menyisakan sedikit pengaruh sucinya dalam diri yang kemudian terkikis seiring dengan bergantinya hari.
Ramadhan kali ini, tak muluk aku berharap
semoga ia menjadi bulan terbaik, mengawali bulan-bulan terbaik selanjutnya
hingga ia (Ramadhan) yang terbaik akan kembali datang,
bukan hanya untukku, tapi juga untukmu…^^

selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf untuk semua salah dan dosa ;)

hangat menenangkan ^^

sore hari di pantai Ngliyep…
melepas penat, lelah, merasakan hangat dan lembutnya pasir yang menenangkan… ;)




nikmatnya nasi jagung ^^

alhamdulillah untuk nikmat nasi jagung pagi ini. setelah lamaaaaa banget pengin makan (nasi jagung) dengan lauk khas urap dan ikan asinnya, akhirnya kesampaian juga. apalagi dimakan pas lagi laper, wuih! nikmat banget dech. sekali lagi bersyukur padaMu Allah… :)

@Locari menikmati nasi jagung + tes panas di minggu pagi… ^^

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.