kembali kumenghadap
pagi ini,
mengulang perbincangan yang tlah lama mati
aku, Kau
berdua,
sendiri
dalam diam ku memandang
tanpa kata ku bertanya
terlihat kau berucap
samar, tak terdengar
ah….
kembali kumenghadap
pagi ini,
mengulang perbincangan yang tlah lama mati
aku, Kau
berdua,
sendiri
dalam diam ku memandang
tanpa kata ku bertanya
terlihat kau berucap
samar, tak terdengar
ah….
Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | 2 Komentar »
……

…..

……

*tenkyu bwt M-Teens crew bwt tartnya….
Ditulis dalam Cinta, ceRITA tenTang Aku | Bertanda dewi yuhana, introspeksi, refleksi, ultah | 5 Komentar »
Memaafkan adalah menghapus semua kesalahan. Bersih, kosong.
Memaafkan berarti tidak ada bekas yang tertinggal dalam sanubari akibat kesalahan yang pernah diperbuat
Belum memaafkan jika tak bisa melupakan.
Bukan memaafkan bila masih berkata “fajazaau sayyiatin sayyiatun mitsluha”, ganjaran perbuatan buruk adalah perbuatan buruk serupa
Tangan ibarat kertas putih,
Saat berjabat tangan dan melepaskannya berarti telah terbuka lembaran baru.
Satu pencapaian yang lebih tinggi dari sekadar memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Mohon maaf lahir dan batin

Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | Bertanda Cinta, Idul Fitri, Maaf, Silaturahim | 10 Komentar »
Kemarin, seorang humas dari sebuah institusi bertanya kepada saya tentang cara berkomunikasi pimpinannya yang menurutnya kurang fokus, tidak sistematis, dan susah dimengerti. Sesaat dia membahas tentang permasalahan A, sedetik kemudian pindah ke topik B, dalam menit ke 10 bercerita tentang politik, pada menit ke 15 sudah berganti ke tema agama, yang sama sekali tak ada kaitan satu sama lain. “Apa memang itu strategi beliau ya mbak?”
Saya tersenyum dan bertanya balik, “Menurut njenengan gimana?”
“Wah, gimana ya? kalo strategi kok begitu, saya ndak paham blas-e. Tapi kalo bukan, kok ya cara berkomunikasinya seperti itu,” katanya.
“Saya sih cuman bisa ngomong gini, komunikasi yang bagus itu kalo pesan dan ide yang disampaikan komunikator dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Lha kalo njenengan dan temen-temen yang lain kurang paham apa yang disampaikan beliau, gimana dunk?
”
“Eh, iya ya mbak…”
***
Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | Bertanda Komunikan, Komunikasi, Komunikator, Psikologi Komunikasi | 3 Komentar »
Tiga kelas porak poranda. Kursi terbalik, rusak. Buku-buku hancur lebur dengan lembaran yang sobek, terkoyak. Piala-piala yang sebelumnya tampak gagah berdiri di lemari pajang, bergeletakan di lantai dengan kondisi tak kalah mengenaskan, patah menjadi dua, tiga, tak mampu menampakkan kecantikan dan prestasi membanggakan di balik perolehannya.
Visual dari kelas hancur itu sebenarnya tak langsung menarik perhatian saya. Maklum, sudah terbiasa melihat perusakan aset, ruangan, gedung, atau apapun sejenisnya yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab di tanah air yang lebih parah dari itu. Narasi selanjutnya lah yang kemudian membuat saya kaget. Suara narator perempuan yang terdengar telinga itu langsung diolah otak dalam sepersekian detik kecepatan, yang kemudian mengintruksikan mata untuk langsung melihat layar TV, mengalihkan dari keasikan saya sebelumnya, membaca.
Jika bisa berbicara dan mengungkapkan perasaan, TV yang sebelumnya saya cueki dan hanya menjadi background suara itu mungkin akan berteriak girang. “Horrrrrreeeeeeee, I finally get ur attention!”.
Kalimat narator inilah yang membuat saya terbengong-bengong: “Perusakan kelas di MI Raudhatul Hikmah Mojokerto itu dilakukan oleh BL dan S, siswi kelas 3 SDN II Desa Wotanmas Jedong Mojokerto. Dua anak perempuan yang masih berusia 9 tahun itu mengaku cemburu karena gedung MI tersebut lebih bagus dari sekolah mereka yang jelek”. Hallah dalah!! oalah nduk, nduk. . . kasian bener kalian, menjadi korban pelaku anarkis yang jumlahnya tak jua berkurang.
Ditulis dalam Psikologi, pendidikan | Bertanda Berita, Generasi, Kekerasan, Mojokerto, pendidikan, Psikologi, Psikologis, Siswa SD | 6 Komentar »
banyak persinggahan dilalui
sebagian terlupakan
beberapa memberi kenangan
dan pelajaran
tentang keberadaan dan ketiadaan
kehadiran dan kehilangan
harapan dan impian
bahkan ilmu dan pengetahuan
tak terlupakan….
persinggahan lain menanti
untuk segera dikunjungi
sebentar, sekejap tapi berarti
ataukah selamanya hingga datangnya hari
Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | 7 Komentar »
Cinta seperti partikel antimateri, sumber energi terkuat yg bisa menghasilkan energi dengan efisiensi sebesar 100 %. Antimateri tidak menimbulkan polusi dan radiasi, setetesnya dapat menghasilkan listrik untuk daerah Jakarta, sepanjang hari. Cinta menguatkan & menyebarkan kebahagiaan utk siapapun.
Mereka yang lemah, dikuatkan oleh cinta. Mereka yg terpuruk dibangkitkan oleh cinta.
Cinta juga menyembuhkan luka kecil dan besar pada mereka yg sakit. Cinta menjadi keajaiban dan oase di padang pasir.
Cinta, menghidupkan.
Namun di balik kekuatannya yg maha dahsyat, antimateri mempunyai kekurangan, ia sangat tidak stabil & langsung terbakar begitu bersentuhan dengan apa saja. Padahal satu gramnya setara dengan 20 kiloton bom nuklir atau seukuran bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Karena itu sering muncul pertanyaan, apa zat ini akan menyelamatkan dunia atau malah digunakan untuk membuat senjata paling berbahaya?. Begitu pun cinta, bisa menghancurkan, membakar siapa saja. Meluluh lantakkan. Tergantung sang pecinta memilih yang mana.
Tapi satu yang pasti, pecinta sejati tak akan mau menyakiti.
Selamat mengisi hari-hari dengan cinta & menyebarkannya dg penuh kedamaian.
*fakta tentang antimateri diambil dr angels & demons
Ditulis dalam Cinta | 3 Komentar »
Minggu (23/8/9)
Pagi tadi seperti sehari sebelumnya, malaikat membangunkan aku. Malaikat? ah, mana mungkin?. eh, mungkin banget lagi!!, sebab aku terbangun begitu saja, tanpa ada alarm atau mendengar tukang ronda di luar rumah. Siapa lagi kalo bukan makhluk Tuhan tanpa dosa itu? jin dan setan? ah, mereka terlalu takut dan pengecut untuk mendekat, apalagi berani mencoba untuk membangunkan diriku
untuk sahur.
Menu sahurku masih sama dengan kemarin, xixixixi…sup merah!. Yupz, maklum saja, mba Nur masak banyak banget, cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan dua anaknya
) . Jadi yes, sampai dua hari ke depan, sahurku bakal ditemani dengan sup merah berisi ayam, sosis, wortel, bakso, minus kacang capri ini.
Sambil menikmati sup hangat, iseng aku nyalain tipi, ngeliat semua acara di channel berbeda, dan memutuskan untuk menonton Para Pencari Tuhan (PPT) 3. Eh, ndilalah kok ya pas scene yang menunjukkan cinta segitiga antara Azam, Kalila, dan Aya.
Azam, yang saat ‘digantung’ oleh Aya sempat berpaling ke Kalila sekarang dibuat bingung harus memilih siapa. Aya, perempuan pertama yang dulu terus ia kejar dan sekarang menunggunya, ataukah Kalila, perempuan yang mau menerimanya saat hatinya gundah gulana.
Ia, masih mencintai Aya, tapi juga tak bisa meninggalkan Kalila. Azam jadi plin-plan ya? hallah!.
GlEk, glodak!@#!$! kok jadi familiar banget dengan ceritanya yakz?. hahahaha, asli bin swear ewer-ewer boom-boom dweh, bingung kalo disuruh harus memihak kepada siapa. Aya atau Kalila. Dua perempuan yang dibuat bingung oleh cinta, merasakan manis sekaligus pahit dalam waktu bersamaan.
Susah memihak, karena cinta bukan soal pihak memihak,
cinta juga tak bisa dipaksakan untuk tumbuh dan berhenti begitu saja.
Cinta tak pernah memilih, ia mendatangi siapapun yang dimaui, kapanpun, dimanapun.
Cinta tak mengenal pantas atau tak pantas,
ia bebas, merdeka…semerdeka siapapun dalam mendefinisikannya ![]()
***
eh, nggak terasa sup di mangkuk dah habis…
sampai di sahur berikutnya dech, wa in Allah yasya…
Ditulis dalam Cinta, ceRITA tenTang Aku | 7 Komentar »
Sore tadi (Jumat, 21/08/09), saya bertemu dengan pelaku UKM binaan salah satu BUMN di Malang. Si bapak menceritakan sukses marketingnya berkat memajang produknya di blog gratisan [termasuk punya saia ini juga gretongan yakz?
]. Pemasarannya menjangkau Bandung, Jabodetabek, Pontianak, Mataram, Sumbawa, hingga Batam. Seluruh buyer baru itu dia peroleh dari kunjungan di blog, sounds great dan layak untuk ditiru hwehehe
Tapi bukan itu yang menarik dan membuat batin tergelitik, melainkan ceritanya saat suatu ketika ia mengikuti sebuah pameran UKM di Jakarta. Seperti biasa, ia membawa aneka produknya seperti keripik tempe, nangka, apel, dll, dan tetap menjual dengan harga pasaran biasanya, Rp 5000 per kemasan.
Hari pertama pameran, sangat sedikit pengunjung yang membeli keripiknya, hingga ia disarankan oleh salah satu rekan peserta pameran untuk menaikkan harga jual. “Loh, kenapa harus dinaikkan? dengan harga Rp 5000, saya sudah untung. Masak harus naik,” katanya.
Tapi kemudian ia mencoba mengikuti saran itu, dan menaikkan harga menjadi Rp 7500 per kemasan di pameran hari kedua. Cukup mengagetkan, penjualan meningkat dibanding hari pertama. Hingga kemudian ia sengaja memasang bandrol Rp 10 ribu per kemasan di hari ketiga, dan tahukah Anda? semua dagangannya ludes hari itu juga. hahahaha… dasar konsumen kita, masih berpikiran kalo harga mahal selalu lebih berkualitas dari yang murah. So, beli aja yang mahal, karena pasti lebih bagus. iya to :p
“Ini riil mbak, saya juga heran. Karena pengalaman itulah saya memasang harga berbeda di setiap pameran yang saya ikuti. Melihat karakter konsumennya”.
Ketika saya menceritakan cerita ini kepada anggota teen-gank di kotak super girl di kantor, dinda-teen langsung nyeletuk membenarkannya. “Iya mbak, salah satu produsen kopi di Malang dimarahi sama distributornya saat ia menjual dengan harga lumayan murah dan terjangkau. Katanya, ntar nggak bakal laku, orang menengah ke atas lebih suka beli dengan harga mahal. Ya udah deh, produknya dijual mahal dan laku!”.
nah, bagaimana dengan Anda?
Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | 5 Komentar »
Manusia dikatakan hidup saat ia masih mau dan mampu memilih, berharap mendapatkan sebuah tantangan baru dari waktu ke waktu, menghadapinya, menyelesaikannya, begitu seterusnya. Ia hidup karena punya rasa dan asa, tak sekadar pasrah menunggu datangnya ketentuan dariNya.
Berani menentukan pilihan, terlepas apakah pilihan itu salah ataukah benar adalah hidup itu sendiri. Jika benar, beruntunglah dia yang terselamatkan oleh pelajaran dari tiap pengalaman dan tanda-tandaNya hingga bisa menganalisa dan memprediksi kebenaran.
Bila salah, ia tetap beruntung karena akan belajar sebuah kesalahan, menambah pengalaman dan hikmah untuk bisa lebih baik di kemudian hari. Klise, ya. Tapi manusia seperti inilah yang memiliki makna hidup sebenarnya di hadapan sang pemilik ruh, penggerak alam semesta.
Ditulis dalam Cinta, Tuhan | Leave a Comment »
While the sun’s eye rules my sight,
love sits as sultan in my soul.
His army has made camp in my heart –
passion and yearning, affliction and grief.
When his camp took possession of me
I cried out as the flame of desire
burned in my entrails.
Love stole my sleep, love has bewildered me,
love kills me unjustly, and I am helpless,
love has burdened me with more than I can bear
so that I bequeath him a soul and no body.
[1165-1240]
Ditulis dalam Cinta | Bertanda Ibnu Arabi, Poem, poetry, Sufi poem | 3 Komentar »
Beberapa hari lalu ada seorang teman yang mengatakan (baca: memuji), “Kamu hebat, wanita karier”.
Saya cukup senang dengan kalimat yang diucapkannya. Lah, siapa sih yang nggak suka dipuji. Kemudian saya balik bertanya kepadanya. “Jika wanita karier = wanita hebat, apakah saya akan tetap hebat jika memutuskan untuk tidak berkarier lagi?”
Ditulis dalam ceRITA tenTang Aku | 7 Komentar »
“Saya ikhlas jika suami menikah lagi. Saya lumpuh, badan sudah tidak berbentuk, gigi rompal dua, dan saya menghabiskan uangnya ratusan juta untuk berobat. Dia bergeming, bahkan semakin menegaskan hanya saya satu-satunya wanita yang dia nikahi, karena saya hartanya, tak ternilai, dan akan dijaga sampai mati”
Ditulis dalam Cinta, Tuhan | Bertanda Cinta, Tuhan | 4 Komentar »
“Do You Love Me?”
“Yes, I Love U”
“Then I’ve all I need”
Ditulis dalam Cinta, Tuhan | Bertanda Cinta, Keluarga, Sayang, Setia | Leave a Comment »
Ikhlas memberi, ikhlas menerima…
Ikhlas berbagi, ikhlas mendapatkan anugerah apapun dariNya…
itu kalimat yang saya tulis dalam status di fesbuk hari ini (6/7/9). saya tulis langsung sesaat sesudah bangun tidur, agar tidak lupa dan hilang begitu saja. ini karena, kalimat tersebut muncul begitu saja dalam pikiran, menyela mimpi dan nyenyaknya tidur.
ah, muncul begitu saja?
I dont think so.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam My Feeling, Psikologi | Bertanda conscious, pikiran positif dan negatif, Psikologi, subconscious mind | 2 Komentar »